Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 April 2026, 19.40 WIB

Defisit Awal Tahun Membengkak, Purbaya Sebut Dampak Percepatan Belanja K/L

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) memberikan pemaparan pada konferensi pers terkait kebijakan tentang transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) memberikan pemaparan pada konferensi pers terkait kebijakan tentang transportasi dan BBM di Jakarta, Senin (6/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait membengkaknya defisit anggaran di awal tahun 2026.

Ia menegaskan, kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari strategi pemerintah yang mempercepat realisasi belanja negara sejak awal tahun.

Menurut Purbaya, langkah ini sengaja ditempuh untuk menghindari pola lama, di mana belanja pemerintah cenderung menumpuk di akhir tahun.

Pola tersebut dinilai kurang optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Defisit yang membesar di awal tahun itu karena kita percepat belanja pemerintah. Saya ingin menciptakan kondisi di mana belanja itu lebih merata sepanjang tahun, tidak seperti sebelumnya yang menumpuk di akhir tahun sehingga dampak ekonominya tidak maksimal,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/4).

Ia menjelaskan, percepatan belanja ini membuat defisit tampak lebih besar di awal tahun, namun hal tersebut merupakan konsekuensi logis dari kebijakan fiskal yang diambil pemerintah.

Lebih lanjut, Purbaya menyoroti bahwa hampir seluruh kementerian dan lembaga mengalami peningkatan belanja yang relatif merata.

Namun, ada satu pos yang paling menonjol, yakni belanja dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang memiliki porsi anggaran cukup besar.

“Jadi defisit yang besar itu adalah konsekuensi logis dari kebijakan kita. Yang mana yang paling besar, Anda tahu ada berapa sebetulnya, hampir merata. Tapi yang menonjol ya BGN lah, karena memang anggarannya besar,” tegasnya.

Meski demikian, pemerintah memastikan kualitas belanja tetap menjadi perhatian utama.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore