Petugas darurat mengevakuasi seorang korban dengan tandu setelah penembakan dilaporkan terjadi di Bondi Beach, Sydney, Australia, Minggu (14/12/2025). (ABC News)
JawaPos.com - Militer Israel (IDF) mengeluarkan serangkaian imbauan keamanan baru bagi prajurit dan personelnya yang sedang berada di luar negeri, menyusul serangan teror mematikan di kawasan Bondi Beach, Australia. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 15 orang, termasuk satu warga negara Israel.
Mengutip laporan Army Radio pada Senin, IDF meminta seluruh personel aktif untuk lebih berhati-hati dalam menjaga identitas mereka selama berada di luar Israel. Salah satu poin utama dalam imbauan tersebut adalah larangan mengungkap status sebagai prajurit IDF, baik dalam percakapan langsung maupun di ruang publik.
Selain itu, personel juga diminta tidak membahas isu-isu yang berkaitan dengan IDF, terlebih yang bersifat sensitif atau rahasia. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan terhadap potensi ancaman keamanan yang dapat menyasar individu terkait institusi militer Israel.
IDF juga menekankan pentingnya kewaspadaan pribadi selama berada di luar negeri. Para prajurit diminta menghindari aktivitas yang dapat meninggalkan jejak digital atau eksposur media, termasuk unggahan di media sosial yang dapat mengungkap lokasi, aktivitas, atau afiliasi mereka.
Dalam imbauan tersebut, militer Israel turut mengingatkan personelnya agar menjauhi aksi demonstrasi, baik yang mendukung maupun menentang Israel. Langkah ini dikaitkan dengan meningkatnya sentimen antisemitisme serta dinamika terbaru yang berkembang di sejumlah komunitas Yahudi di berbagai negara.
“Peningkatan kewaspadaan di ruang sipil menjadi sangat penting dalam situasi saat ini,” demikian salah satu poin dalam rekomendasi tersebut.
Sebagai prosedur tambahan, IDF meminta setiap personel yang mengalami atau menyaksikan insiden mencurigakan selama berada di luar negeri untuk segera melaporkannya kepada atasan atau komandan masing-masing.
Sebelumnya, pemerintah Israel melalui Dewan Keamanan Nasional juga telah mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga Israel di luar negeri, sehari setelah penembakan di Bondi Beach. Pemerintah menilai ada potensi munculnya serangan lanjutan yang terinspirasi dari insiden tersebut.
“Sejarah menunjukkan bahwa pendukung teror kerap mencoba melakukan aksi tiruan setelah peristiwa besar semacam ini,” demikian pernyataan resmi Dewan Keamanan Nasional Israel.
Dalam pedoman yang dirilis, warga Israel diminta menghindari acara publik yang tidak memiliki pengamanan memadai, termasuk kegiatan keagamaan seperti perayaan Hanukkah, rumah Chabad, maupun sinagoga.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan individu atau benda mencurigakan kepada otoritas keamanan setempat.
Langkah-langkah ini menandai peningkatan kewaspadaan Israel di tengah kekhawatiran akan eskalasi ancaman terhadap warganya, baik di dalam maupun luar negeri, pasca-serangan berdarah di Australia.

Penjelasan PLN Jakarta Mati Lampu Serentak Hari Ini, MRT hingga Lampu Merah Padam Total
11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
Jelajah 13 Kuliner Kebab di Surabaya yang Murah Meriah Isian Melimpah dan Rasa Juara
Rekomendasi 11 Kuliner Serba Kikil di Surabaya yang Empuk, Gurih dan Bumbu Khas yang Nendang
Prabowo Putuskan Biaya Haji Turun Rp 2 Juta di Tengah Kenaikan Harga Avtur Global
Pengganti Bruno Moreira Sudah Ditemukan? Winger Rp 1,74 Miliar Ini Bikin Persebaya Surabaya Punya Senjata Baru
Update 4 Rumor Transfer Bintang Timnas Indonesia Musim Depan! Libatkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya dan PSV Eindhoven
Donald Trump Tegaskan Pasukan Amerika Serikat Tetap di Sekitar Iran dan Siap Lakukan Penaklukan Berikutnya
Prediksi Persita vs Arema FC: Laga Panas BRI Super League, Singo Edan Incar Curi Poin
Sederet 15 Kuliner Steak di Surabaya Paling Enak dengan Saus Lezat yang Wajib Dicoba Pecinta Daging
