
Rudal Khorramshahr-4 milik Iran mampu menyebarkan bom saat diluncurkan. (Iranian Defence Ministry).
JawaPos.com - Utusan Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani angkat bicara terkait rancangan resolusi Dewan Keamanan yang didukung negara-negara Teluk. Saeid mengecam rancangan resolusi tersebut, sebab dinilai secara permanen merusak reputasi badan tersebut.
Dari naskah yang beredar menjelang pemungutan suara yang dijadwalkan, Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dilaporkan mengutuk serangan rudal dan drone Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania dan menuntut penghentian segera semua serangan.
"Beberapa anggota Dewan berusaha untuk membalikkan peran dan posisi korban dan agresor," kata Iravani dalam konferensi pers di markas besar PBB di New York tentang pemungutan suara yang akan dilakukan, dilansir dari Antara, Rabu (11/3).
Menurut Iravani rancangan tersebut berusaha untuk memberi penghargaan kepada agresor dan menghukum korban melalui resolusi yang bias dan bermotivasi politik.
"Tindakan seperti itu, jika diadopsi, akan sangat merusak dan melemahkan kredibilitas dan legitimasi Dewan," katanya, memperingatkan bahwa resolusi tersebut akan memiliki konsekuensi jangka panjang.
“Jika rancangan diadopsi, itu akan mencoreng kredibilitas dan reputasi Dewan Keamanan,” kata Iravani, menambahkan bahwa “jika terjadi, agresor yaitu Israel dan Amerika Serikat akan diberi penghargaan dan didorong untuk melakukan tindakan agresi lebih lanjut.”
Iravani selanjutnya memperingatkan tentang taruhan yang jauh melampaui Iran.
“Hari ini, itu adalah Iran. Besok, bisa jadi negara berdaulat lainnya,” katanya.
“Masyarakat internasional harus bertindak sekarang untuk menghentikan perang berdarah ini terhadap rakyat Iran.”
Ia juga menyoroti korban serangan AS-Israel dan berpendapat bahwa “mereka sengaja dan secara diskriminatif menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil di seluruh negara saya.”
Iravani menyebut ada lebih dari 1.300 korban sipil, selain menghancurkan 9.669 lokasi sipil, termasuk 7.943 rumah tinggal, 1.617 pusat komersial dan layanan.
"Angka-angka ini terus meningkat setiap hari seiring dengan serangan militer berkelanjutan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap kejahatan perang di berbagai kota di Iran," tambahnya.

Penjelasan PLN Jakarta Mati Lampu Serentak Hari Ini, MRT hingga Lampu Merah Padam Total
11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
Jelajah 13 Kuliner Kebab di Surabaya yang Murah Meriah Isian Melimpah dan Rasa Juara
Rekomendasi 11 Kuliner Serba Kikil di Surabaya yang Empuk, Gurih dan Bumbu Khas yang Nendang
Prabowo Putuskan Biaya Haji Turun Rp 2 Juta di Tengah Kenaikan Harga Avtur Global
Pengganti Bruno Moreira Sudah Ditemukan? Winger Rp 1,74 Miliar Ini Bikin Persebaya Surabaya Punya Senjata Baru
Update 4 Rumor Transfer Bintang Timnas Indonesia Musim Depan! Libatkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya dan PSV Eindhoven
Donald Trump Tegaskan Pasukan Amerika Serikat Tetap di Sekitar Iran dan Siap Lakukan Penaklukan Berikutnya
Prediksi Persita vs Arema FC: Laga Panas BRI Super League, Singo Edan Incar Curi Poin
Sederet 15 Kuliner Steak di Surabaya Paling Enak dengan Saus Lezat yang Wajib Dicoba Pecinta Daging
