Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 April 2026, 19.29 WIB

Akibat Serangan Drone Israel, Jurnalis Al Jazeera Mohammed Wishah Tewas di Gaza di Tengah Gencatan Senjata

Jurnalis Al Jazeera Mohammed Wishah tewas dalam serangan drone Israel di Jalur Gaza. Foto: (Al Jazeera) - Image

Jurnalis Al Jazeera Mohammed Wishah tewas dalam serangan drone Israel di Jalur Gaza. Foto: (Al Jazeera)

JawaPos.com — Dunia media internasional kembali dirundung duka setelah kekerasan militer di Jalur Gaza menewaskan jurnalis Al Jazeera, Mohammed Wishah, dalam sebuah serangan drone yang dilakukan oleh militer Israel, Rabu (8/4/2026). Peristiwa tragis ini mencuat di tengah upaya penghentian permusuhan yang tengah berlangsung, serta memicu sorotan tajam terhadap keselamatan jurnalis di zona konflik. 

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (9/4/2026), Mohammed Wishah, koresponden untuk jaringan berita Al Jazeera Mubasher yang berbasis di Gaza, tewas setelah serangan drone Israel menghantam kendaraan yang ia tumpangi di al-ashid Street, sebuah jalan utama di pesisir barat Kota Gaza. Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa serangan udara itu menyebabkan mobil terbakar habis, dan Wishah dinyatakan meninggal di tempat. 

Al Jazeera segera mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras serangan tersebut. Jaringan media ini menegaskan bahwa pembunuhan Mohammed Wishah bukan sekadar insiden acak, melainkan bagian dari upaya sistematis yang menargetkan jurnalis dan membungkam suara yang menyampaikan fakta di lapangan, sekaligus melanggar hukum internasional dan prinsip kebebasan pers.

“Kematian Mohammed Wishah merupakan tindakan yang disengaja dan terencana, bertujuan untuk mengintimidasi jurnalis serta menghalangi mereka menjalankan tugas profesional untuk menyampaikan kebenaran,” tegas Al Jazeera.

Mohammed Wishah telah bergabung dengan Al Jazeera sejak 2018 dan dikenal luas sebagai reporter yang berdedikasi melaporkan konflik kompleks di Palestina. Di sisi lain, peristiwa tewasnya Wishah terjadi di tengah pelanggaran gencatan senjata yang disponsori Amerika Serikat pada Oktober 2025. 

Meskipun kesepakatan itu diteken, kekerasan tetap terjadi, dengan kantor media pemerintah Gaza melaporkan Israel telah melakukan sekitar 2.000 pelanggaran, termasuk serangan yang menewaskan warga sipil dan jurnalis.

Lebih lanjut, data dari Gaza Government Media Office menunjukkan setidaknya 262 jurnalis telah tewas akibat serangan Israel sejak perang meletus pada Oktober 2023, menggambarkan risiko tinggi yang dihadapi pekerja media di wilayah konflik.

Analisis organisasi kemanusiaan dan kelompok advokasi jurnalis internasional juga menggarisbawahi bahwa insiden seperti ini menggarisbawahi bahaya yang semakin meningkat bagi jurnalis yang bertugas di zona perang. Penargetan terhadap media, menurut sejumlah pengamat, bukan hanya ancaman terhadap keselamatan individu tetapi juga terhadap hak dunia menyaksikan kebenaran. 

Selain itu, laporan dari Reuters menambahkan bahwa serangan tersebut juga menewaskan satu warga Palestina lain yang berada dalam kendaraan yang sama dengan Wishah, sementara insiden terpisah di bagian tengah Gaza menewaskan dua warga lagi akibat serangan udara Israel. Dalam keterangannya, militer Israel belum memberikan komentar resmi atas tuduhan tersebut. 

Kematian Wishah juga memperkuat kekhawatiran global mengenai keselamatan jurnalis di daerah konflik. Komite Pelindung Jurnalis (Committee to Protect Journalists) sebelumnya menyatakan bahwa ratusan pekerja media telah kehilangan nyawa sejak eskalasi meningkat, menjadikan konflik di Gaza sebagai salah satu zona paling berbahaya bagi jurnalis di era modern. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore