Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 April 2026, 22.40 WIB

Anak Muda Kuasai Pasar Kripto, OJK Ingatkan Bahaya FOMO dan Minimnya Literasi

Diskusi terkait kripto, ekosistem dan regulasinya yang digelar oleh CFX di Universitas Indonesia baru-baru ini. (Istimewa) - Image

Diskusi terkait kripto, ekosistem dan regulasinya yang digelar oleh CFX di Universitas Indonesia baru-baru ini. (Istimewa)

JawaPos.com–Generasi muda kini menjadi motor utama pertumbuhan investasi kripto di Indonesia. Namun di balik tren yang terus meningkat, muncul kekhawatiran soal rendahnya literasi dan maraknya keputusan investasi yang didorong fenomena FOMO (fear of missing out).

Studi Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada 2025 mengungkapkan bahwa mayoritas pemilik aset keuangan digital berasal dari kelompok usia di bawah 35 tahun.

Temuan ini menegaskan peran penting anak muda dalam membentuk masa depan industri kripto nasional. Meski demikian, pesatnya adopsi tidak selalu diiringi dengan pemahaman yang memadai.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Adi Budiarso mengingatkan agar masyarakat tidak sekadar ikut tren tanpa memahami risiko.

”Tugas kita bukan hanya mempercepat adopsi, tetapi memastikan konsumen tidak terbawa FOMO. Kita tidak ingin pasar menjadi arena spekulasi murni tanpa pemahaman risiko,” ujar Adi Budiarso di sela acara CFX Connect yang juga membahas regulasi kripto di Indonesia.

Dia menegaskan, perlindungan konsumen harus menjadi prioritas di tengah berkembangnya industri kripto yang dinamis dan berisiko tinggi. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, PT Central Finansial X (CFX) mendorong penguatan literasi melalui program CFX Connect yang digelar di Universitas Indonesia, Depok.

Forum ini mempertemukan regulator, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas perkembangan kripto sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda.

Direktur Utama CFX Subani mengatakan, edukasi menjadi kunci agar pertumbuhan industri kripto tidak hanya pesat, tetapi juga sehat dan berkelanjutan.

”Di balik potensi besar, industri kripto juga memiliki risiko. Literasi menjadi fondasi penting agar ekosistem yang terbentuk tetap aman dan terpercaya,” kata Subani dalam kesempatan yang sama.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore