Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Oktober 2025, 15.53 WIB

Orang yang Menggunakan Mode Gelap di Setiap Aplikasi Biasanya Menampilkan 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menggunakan mode gelap pada setiap aplikasi. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang menggunakan mode gelap pada setiap aplikasi. (Freepik/freepik)


JawaPos.com - Di era digital saat ini, hampir setiap aplikasi menyediakan dua pilihan tampilan utama: mode terang (light mode) dan mode gelap (dark mode). 
 
Sekilas, pilihan ini tampak sepele — hanya soal preferensi visual. 
 
Namun, berbagai studi psikologi dan observasi perilaku digital menunjukkan bahwa pilihan warna layar ternyata bisa mencerminkan sisi kepribadian seseorang.

Menariknya, pengguna yang setia pada mode gelap di hampir semua aplikasi — dari WhatsApp hingga YouTube, dari Instagram hingga sistem operasi ponsel mereka — cenderung memiliki karakteristik psikologis yang cukup khas. 
 
Mode gelap bukan hanya tentang estetika; ia adalah jendela kecil ke dunia batin seseorang yang penuh pertimbangan, kepekaan, dan keinginan untuk keseimbangan.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (25/10), terdapat tujuh ciri kepribadian yang umumnya ditemukan pada mereka yang memilih mode gelap secara konsisten.

1. Introvert yang Menyukai Ketenangan Visual


Orang yang lebih sering menggunakan mode gelap biasanya memiliki jiwa introvert — bukan dalam arti antisosial, tetapi lebih pada kecenderungan menikmati ruang pribadi dan suasana tenang. 
 
Warna gelap memberi sensasi “meredam dunia”, membuat pikiran terasa lebih fokus dan damai.

Bagi mereka, layar putih yang terlalu terang terasa “berisik” secara visual. 
 
Mode gelap menjadi bentuk perlindungan psikologis dari overstimulasi, terutama setelah seharian berinteraksi dengan dunia luar yang penuh warna dan kebisingan.

2. Berpikir Dalam dan Reflektif


Mode gelap sering diasosiasikan dengan kedalaman — baik secara visual maupun emosional. 
 
Dalam psikologi warna, hitam dan abu gelap adalah simbol misteri, introspeksi, dan kedalaman pikiran.

Mereka yang menyukai mode ini cenderung berpikir panjang sebelum bertindak, senang merenung, dan sering memiliki pandangan hidup yang kompleks. 
 
Mereka bukan tipe yang mudah terpengaruh oleh tren, melainkan lebih suka menilai sesuatu berdasarkan makna dan kenyamanan pribadi.

3. Memiliki Selera Estetika yang Kuat dan Minimalis


Secara desain, mode gelap menciptakan nuansa elegan, tajam, dan modern. 
 
Pengguna setianya sering kali memiliki rasa estetika tinggi — mereka menghargai keseimbangan visual, tipografi yang jelas, dan tata ruang yang bersih.

Orang seperti ini biasanya tidak suka keramaian, baik secara visual maupun sosial. 
 
Mereka lebih memilih keindahan yang sederhana tapi berkesan. 
 
Tak heran jika banyak desainer, fotografer, dan seniman digital juga lebih nyaman dengan tampilan gelap.

4. Berpikir Logis dan Fokus pada Efisiensi


Ada sisi praktis yang tak bisa diabaikan. 
 
Mode gelap dapat mengurangi kelelahan mata, menghemat baterai, dan membantu fokus. 
 
Karena itu, banyak pengguna setia mode gelap adalah orang-orang yang berpikir rasional dan efisien.

Mereka tidak hanya mempertimbangkan estetika, tapi juga fungsi dan kenyamanan jangka panjang. 
 
Dalam kehidupan sehari-hari, mereka cenderung teratur, strategis, dan menyukai sistem yang berjalan efisien tanpa terlalu banyak gangguan visual.

5. Cenderung Lebih Misterius dan Selektif dalam Hubungan


Warna gelap selalu membawa nuansa misteri. 
 
Begitu pula dengan para penggemar mode gelap — mereka tidak mudah membuka diri sepenuhnya.
 
Bukan karena tertutup, tapi karena mereka hanya membagikan sisi diri kepada orang yang benar-benar dipercaya.

Dalam hubungan sosial, mereka biasanya selektif. 
 
Mereka menghargai kedalaman percakapan, bukan sekadar basa-basi. 
 
Aura “dingin” yang kadang terpancar sebenarnya hanyalah lapisan pelindung dari kepribadian yang sensitif dan mendalam.

6. Memiliki Kecenderungan Perfeksionis


Mode gelap memberi kesan rapi dan terkontrol. 
 
Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar preferensi visual, tetapi bentuk pengendalian lingkungan agar sesuai dengan selera dan kenyamanan batin mereka.

Orang yang selalu mengaktifkan dark mode sering kali memiliki standar tinggi terhadap diri sendiri dan pekerjaan. 
 
Mereka ingin segalanya seimbang, presisi, dan tertata. 
 
Meskipun terkadang bisa membuat mereka terlalu keras pada diri sendiri, sifat ini juga membuat mereka andal dalam hal detail dan kualitas.

7. Memprioritaskan Kenyamanan Diri daripada Penilaian Orang Lain


Pilihan mode gelap sering kali bertentangan dengan tren umum — terutama karena sebagian besar antarmuka default dibuat terang.
 
Namun pengguna dark mode tidak peduli. 
 
Mereka tidak mencari validasi sosial, melainkan kenyamanan pribadi.

Hal ini mencerminkan kepribadian yang autentik dan percaya diri dalam pilihan hidupnya. 
 
Mereka tidak takut berbeda, karena tahu apa yang membuat mereka nyaman dan produktif. 
 
Di dunia yang ramai dan penuh tuntutan tampil, mereka memilih redup — dan justru bersinar di dalamnya.

Kesimpulan: Di Balik Layar Gelap, Ada Jiwa yang Terang


Menggunakan mode gelap bukan sekadar keputusan gaya tampilan; ia adalah refleksi dari cara seseorang menata pikirannya. 
 
Dari sisi psikologi, mereka yang memilih tampilan gelap umumnya memiliki jiwa introspektif, estetika yang matang, dan orientasi pada ketenangan batin.

Dalam hidup yang penuh cahaya, terkadang mereka menemukan ketenangan di dalam gelap — bukan karena takut pada terang, tetapi karena di sanalah mereka bisa melihat cahaya dari dalam diri sendiri.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore