
seseorang yang terlihat tidak pernah stres. (Freepik/The Yuri Arcurs Collection)
JawaPos.com - Di tengah dunia yang semakin cepat dan penuh tuntutan, terlihat ada sekelompok orang yang tetap tenang, fokus, dan hampir tidak pernah terlihat stres—meskipun jadwal mereka padat dan tanggung jawabnya besar. Apakah mereka memang “kebal stres”? Atau sebenarnya mereka punya cara berpikir dan kebiasaan tertentu yang membuat mereka lebih tahan terhadap tekanan?
Menurut berbagai penelitian dalam psikologi, jawabannya cenderung yang kedua. Orang-orang ini bukan tanpa tekanan, tetapi mereka memiliki pola pikir dan kebiasaan yang membantu mereka mengelola stres secara efektif.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 10 aturan sederhana yang sering mereka terapkan:
1. Mereka Tidak Berusaha Mengendalikan Segalanya
Salah satu sumber stres terbesar adalah keinginan untuk mengontrol semua hal. Orang yang jarang stres memahami bahwa tidak semua hal berada dalam kendali mereka.
Alih-alih memaksakan diri, mereka fokus pada apa yang bisa mereka pengaruhi—dan melepaskan sisanya. Sikap ini mengurangi beban mental secara signifikan.
2. Mereka Memprioritaskan dengan Jelas
Kesibukan bukan masalah utama—kekacauan prioritaslah yang sering memicu stres.
Orang yang terlihat tenang biasanya:
Tahu apa yang paling penting
Tidak takut mengatakan “tidak”
Menghindari multitasking berlebihan
Mereka bekerja cerdas, bukan hanya keras.
3. Mereka Memberi Ruang untuk Istirahat
Menariknya, orang yang produktif justru sangat menghargai waktu istirahat.
Secara psikologis, otak membutuhkan jeda untuk:
Memproses informasi
Mengatur emosi
Mengembalikan energi
Mereka tidak melihat istirahat sebagai kemalasan, tetapi sebagai strategi.
4. Mereka Tidak Menginternalisasi Segalanya
Orang yang mudah stres cenderung mengambil segala sesuatu secara pribadi.
Sebaliknya, orang yang lebih tenang:
Tidak langsung merasa diserang oleh kritik
Mampu memisahkan emosi dari fakta
Menyadari bahwa tidak semua hal tentang mereka
Ini membantu menjaga stabilitas emosi.
5. Mereka Fokus pada Solusi, Bukan Masalah
Alih-alih terjebak dalam kekhawatiran, mereka langsung berpikir:
“Apa yang bisa saya lakukan sekarang?”
Pendekatan ini dikenal dalam psikologi sebagai problem-focused coping, yang terbukti lebih efektif dalam mengurangi stres dibandingkan hanya mengeluh atau overthinking.
6. Mereka Menerima Ketidaksempurnaan
Perfeksionisme sering terlihat positif, tetapi sebenarnya bisa menjadi sumber stres besar.
Orang yang jarang stres:
Tidak menuntut segalanya sempurna
Mengizinkan diri mereka melakukan kesalahan
Melihat kegagalan sebagai proses belajar
Mereka lebih fleksibel secara mental.
7. Mereka Menjaga Batasan (Boundaries)
Mereka tahu kapan harus berhenti bekerja, kapan harus offline, dan kapan harus fokus pada diri sendiri.
Tanpa batasan yang jelas:
Waktu kerja bisa merembet ke kehidupan pribadi
Energi mental cepat habis
Menjaga batasan adalah bentuk perlindungan diri yang penting.
8. Mereka Punya Rutinitas yang Menenangkan
Rutinitas sederhana seperti:
Olahraga ringan
Meditasi atau refleksi
Jalan santai
Menulis jurnal
terbukti membantu menurunkan hormon stres seperti kortisol. Orang yang tampak “anti stres” biasanya punya ritual harian yang menjaga keseimbangan mereka.
9. Mereka Tidak Terjebak dalam Pikiran Negatif
Pikiran negatif memang muncul secara alami, tetapi mereka tidak membiarkannya berkembang liar.
Mereka cenderung:
Menyadari pikiran negatif tanpa langsung mempercayainya
Mengganti narasi internal dengan yang lebih realistis
Tidak overthinking berlebihan
Ini sejalan dengan prinsip cognitive reframing dalam psikologi.
10. Mereka Menghargai Hal-hal Kecil
Terakhir, orang yang jarang stres sering memiliki rasa syukur yang tinggi.
Mereka:
Menikmati momen sederhana
Tidak selalu mengejar hal besar
Menghargai progres kecil
Rasa syukur ini terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kesejahteraan mental dan menurunkan stres.
Penutup
Orang-orang yang tampaknya tidak pernah stres bukan berarti hidup mereka lebih mudah. Mereka tetap menghadapi tekanan, deadline, dan masalah seperti orang lain. Bedanya, mereka memiliki cara berpikir dan kebiasaan yang membuat mereka lebih tangguh secara mental.
Kabar baiknya, aturan-aturan ini bukan bakat bawaan—melainkan keterampilan yang bisa dipelajari dan dilatih.

Penjelasan PLN Jakarta Mati Lampu Serentak Hari Ini, MRT hingga Lampu Merah Padam Total
11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
Jelajah 13 Kuliner Kebab di Surabaya yang Murah Meriah Isian Melimpah dan Rasa Juara
Rekomendasi 11 Kuliner Serba Kikil di Surabaya yang Empuk, Gurih dan Bumbu Khas yang Nendang
Prabowo Putuskan Biaya Haji Turun Rp 2 Juta di Tengah Kenaikan Harga Avtur Global
Pengganti Bruno Moreira Sudah Ditemukan? Winger Rp 1,74 Miliar Ini Bikin Persebaya Surabaya Punya Senjata Baru
Update 4 Rumor Transfer Bintang Timnas Indonesia Musim Depan! Libatkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya dan PSV Eindhoven
Donald Trump Tegaskan Pasukan Amerika Serikat Tetap di Sekitar Iran dan Siap Lakukan Penaklukan Berikutnya
Prediksi Persita vs Arema FC: Laga Panas BRI Super League, Singo Edan Incar Curi Poin
Sederet 15 Kuliner Steak di Surabaya Paling Enak dengan Saus Lezat yang Wajib Dicoba Pecinta Daging
