Kondisi air laut yang surut drastis di kawasan pesisir Basaan, Kabupaten Minahasa Tenggara. (Manado Post)
JawaPos.com - Setelah gempa bumi bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi (2/4), fenomena surutnya air laut secara tidak wajar dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan pesisir.
Seperti dilansir dadi Manado Post (Jawa Pos Group) dari unggahan di media sosial milik Barry South, seorang warga Basaan, memperlihatkan kondisi air laut yang mengalami penyusutan drastis di area pantai.
Peristiwa ini terlihat jelas di pesisir Basaan, yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), di mana perubahan permukaan air laut terjadi dengan cepat.
Warga setempat tampak berkumpul di sekitar pantai untuk mengamati situasi yang tidak biasa tersebut.
Meski begitu, kesadaran akan potensi risiko juga mulai meningkat, dengan masyarakat yang bersiaga mengantisipasi kemungkinan terburuk.
“Kami berharap situasi ini tetap aman, tapi warga sudah mulai berjaga-jaga,” ujar salah satu warga dalam unggahan tersebut.

Penjelasan PLN Jakarta Mati Lampu Serentak Hari Ini, MRT hingga Lampu Merah Padam Total
11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
Jelajah 13 Kuliner Kebab di Surabaya yang Murah Meriah Isian Melimpah dan Rasa Juara
Rekomendasi 11 Kuliner Serba Kikil di Surabaya yang Empuk, Gurih dan Bumbu Khas yang Nendang
Prabowo Putuskan Biaya Haji Turun Rp 2 Juta di Tengah Kenaikan Harga Avtur Global
Pengganti Bruno Moreira Sudah Ditemukan? Winger Rp 1,74 Miliar Ini Bikin Persebaya Surabaya Punya Senjata Baru
Update 4 Rumor Transfer Bintang Timnas Indonesia Musim Depan! Libatkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya dan PSV Eindhoven
Donald Trump Tegaskan Pasukan Amerika Serikat Tetap di Sekitar Iran dan Siap Lakukan Penaklukan Berikutnya
Prediksi Persita vs Arema FC: Laga Panas BRI Super League, Singo Edan Incar Curi Poin
Sederet 15 Kuliner Steak di Surabaya Paling Enak dengan Saus Lezat yang Wajib Dicoba Pecinta Daging
