
JawaPos.com - Kementerian Sosial (Kemensos) mengalihkan pengelolaan ratusan Taman Makam Pahlawan (TMP) kepada dan Kementerian Pertahanan (Kemhan). Itu mencakup 217 TMP di seluruh Indonesia, termasuk diantaranya TMP Nasional Utama Kalibata di Jakarta Selatan (Jaksel).
Pengalihan pengelolaan ratusan TMP tersebut disepakati lewat penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kemhan pada Kamis (2/4).
Keputusan tersebut sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada jajarannya. Yakni melakukan optimalisasi pengelolaan situs-situs kepahlawanan. Sebelum MoU tersebut ditandatangani, Gus Ipul sudah membahas rencana transisi pengelolaan ratusan TMP tersebut bersama Kemhan.
”Kami bersama Pak Wamen, Pak Sekjen, dan Bu Dirjen Pemberdayaan Sosial, beberapa staf bertemu dengan menteri pertahanan beserta segenap jajaran untuk menandatangani satu MoU dalam rangka pengalihan Taman Makam Pahlawan Kalibata dan beberapa makam pahlawan nasional,” kata Gus Ipul dikutip Jumat (3/4).
Diakui oleh Gus Ipul, salah satu objek utama dalam pengalihan tersebut adalah TMP Nasional Utama Kalibata. Selain itu, pengalihan juga mencakup sekitar 217 titik TMP dan Makam Pahlawan Nasional di seluruh Indonesia. Dia menarget proses transisi operasional dimulai pada 1 April 2026.
Dengan demikian, mulai April tahun ini pengelolaan TMP di tingkat lapangan dipimpin langsung oleh Kemenhan melalui jajaran yang ditunjuk. Namun demikian, selama masa transisi, Kemensos tetap memberikan dukungan penuh. Baik dari sisi administrasi, sumber daya manusia (SDM), maupun pembiayaan operasional.
”Sementara kami akan memberikan dukungan dalam masa transisi ini lewat dukungan administrasi dan sumber daya manusia yang selama ini telah turut mengelola Taman Makam Pahlawan Nasional,” jelasnya.
Gus Ipul menegaskan bahwa secara administratif, proses transisi akan berlangsung sampai akhir tahun 2026. Setelah itu, pengelolaan TMP di seluruh Indonesia sepenuhnya dialihkan dari Kemensos kepada Kemenhan. Menurut dia, langkah itu diambil untuk memastikan pengelolaan TMP tidak hanya fokus pada aspek fisik.
”Taman Makam Pahlawan Nasional maupun Makam Pahlawan Nasional itu, di sana ada nilai-nilai perjuangan, ada nilai-nilai cinta tanah air, ada nilai-nilai kepahlawanan yang seharusnya ini bisa menjadi inspirasi,” bebernya.
Lebih lanjut, Gus Ipul menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran dan SDM menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengalihan tersebut. Dia mengakui bahwa anggaran Kemensos memang terbatas. Demikian pula SDM untuk mengelola ratusan TMP.
”Selama ini anggaran kami terbatas, dan memang kami juga tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk bisa mengelola begitu banyak Makam Pahlawan Nasional dan juga Taman Makam Pahlawan Nasional,” terang dia.

Penjelasan PLN Jakarta Mati Lampu Serentak Hari Ini, MRT hingga Lampu Merah Padam Total
11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
Jelajah 13 Kuliner Kebab di Surabaya yang Murah Meriah Isian Melimpah dan Rasa Juara
Rekomendasi 11 Kuliner Serba Kikil di Surabaya yang Empuk, Gurih dan Bumbu Khas yang Nendang
Prabowo Putuskan Biaya Haji Turun Rp 2 Juta di Tengah Kenaikan Harga Avtur Global
Pengganti Bruno Moreira Sudah Ditemukan? Winger Rp 1,74 Miliar Ini Bikin Persebaya Surabaya Punya Senjata Baru
Update 4 Rumor Transfer Bintang Timnas Indonesia Musim Depan! Libatkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya dan PSV Eindhoven
Donald Trump Tegaskan Pasukan Amerika Serikat Tetap di Sekitar Iran dan Siap Lakukan Penaklukan Berikutnya
Prediksi Persita vs Arema FC: Laga Panas BRI Super League, Singo Edan Incar Curi Poin
Sederet 15 Kuliner Steak di Surabaya Paling Enak dengan Saus Lezat yang Wajib Dicoba Pecinta Daging
