Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 April 2026, 20.00 WIB

Kakorlantas Ungkap Keberhasilan Mudik 2026, Terapkan Predictive Traffic Policing untuk Atur Lalu Lintas

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. (Polri)

 

JawaPos.com - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkap bahwa keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil dari perhitungan matang. Tidak sebatas prediksi, melainkan menggunakan parameter yang telah dipersiapkan sejak awal.
 
Agus mengatakan, petugas menggunakan predictive traffic policing hingga adaptive driver management. Melalui itu, pengambilan kebijakan di lapangan menjadi lebih akurat. 
 
"Dengan predictive traffic policing, kami bisa menentukan kapan harus menerapkan contraflow, one way, hingga one way nasional. Semua berdasarkan parameter yang terukur, sehingga pergerakan kendaraan bisa diprioritaskan dengan baik,” kata Agus, Jumat (10/5). 
 
"Kita sudah menggunakan adaptive driver management termasuk juga kolaborasi dalam rangka kita bagaimana mengamankan di salah satu sektor contohnya di pelabuhan penyeberangan. Bagaimana kita merencanakan pengamanan di jalan tol dengan parameter-parameter keputusan manajemen rekayasa lalu lintas baik itu arus mudik dan arus balik," sambungnya. 
 
 
Jenderal bintang dua Polri ini menyampaikan, pemudik tahun ini mengalami lonjakan dibanding tahun 2025. Peningkatan ini berhasil dikendalikan dengan arus lalu lintas yang lebih terkontrol dan turunnya angka kecelakaan lalu lintas.
 
“Alhamdulillah, angka fatalitas korban meninggal dunia secara nasional turun hingga 31 persen, dan peristiwa kecelakaan juga menurun. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan lalu lintas berjalan efektif,” jelasnya.
 
Selain teknologi dan manajemen lalu lintas, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 juga didukung oleh kolaborasi lintas sektor. Korlantas Polri bekerja sama dengan kementerian, pemerintah daerah, serta berbagai stakeholder dalam memastikan perjalanan masyarakat berjalan aman dan nyaman.
 
Kebijakan pendukung seperti pembatasan kendaraan sumbu tiga melalui Surat Keputusan Bersama (SKB), penerapan Work From Anywhere atau WFA, hingga program mudik gratis turut membantu mengurai kepadatan arus sejak awal.
 
"Kebijakan pemerintah yang tegas ini sangat mempengaruhi Operasi Ketupat. Yang pertama itu Work From Anywhere, dan yang kedua adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan kendaraan sumbu tiga. Ini tata kelola di jalan tol dan arteri ini bisa seimbang. Maka dari itu peristiwa kecelakaan bisa kita kurangi," tandasnya. 
 
Pendekatan humanis juga menjadi bagian penting dalam operasi ini. Petugas di lapangan tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan, informasi, serta bantuan kepada pemudik di berbagai titik, seperti rest area, jalan tol, hingga pelabuhan penyeberangan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore