Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 April 2026, 01.35 WIB

Prabowo Soroti Fenomena Kelompok yang Tidak Mau Bekerja Sama, Kita Hormati Tidak Ada Masalah

Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Sekretariat Presiden) - Image

Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Sekretariat Presiden)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyoroti fenomena adanya kelompok masyarakat yang enggan bekerja sama dalam upaya pembangunan bangsa. Menurutnya, kelompok tersebut tetap merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang harus dihormati, meskipun memiliki sikap yang berbeda.

“Ada fenomena yang kita rasakan bersama, bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat, saudara-saudara kita juga, warga negara kita juga yang memiliki sikap tidak mau bekerja sama. Kita hormati, kita tidak ada masalah,” kata Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintahan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).

Dalam menggambarkan situasi tersebut, Prabowo menggunakan analogi pembangunan jembatan di sebuah desa. Ia menjelaskan adanya kondisi ketika sebagian warga memilih tidak ikut bergotong royong, tetapi tetap aktif mengkritik proses pembangunan.

Meski menghormati sikap tersebut, ia mengaku heran terhadap pihak yang tidak terlibat langsung, terutama ketika masyarakat membutuhkan pembangunan.

“Boleh kritik, boleh. Hanya saya juga tidak mengerti kalau orang mau bangun jembatan, dia duduk saja, tidak mau ikut, tapi mengkritik. Padahal rakyat desa minta dibangunkan jembatan, dan saya bangun untuk rakyat kita,” ujarnya.

Prabowo menegaskan, pemerintah akan tetap berkomitmen menjalankan pembangunan demi kepentingan rakyat, terlepas dari kritik yang datang, khususnya dari pihak yang tidak berpartisipasi secara langsung. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Lebih lanjut, ia menilai fenomena ini bukan hal baru. Prabowo mengaitkannya dengan sejarah masa penjajahan, ketika terdapat oknum dari bangsa sendiri yang justru mempermudah pihak asing mengeksploitasi kekayaan Indonesia.

“Selalu ada saudara-saudara kita sendiri yang mempermudah bangsa asing menjajah dan merampok kekayaan kita. Jadi ini bukan fenomena baru,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan jajarannya agar tidak bereaksi berlebihan dalam menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, sifat seperti iri, dengki, kebencian, dan dendam merupakan bagian dari sisi kemanusiaan yang perlu disikapi dengan bijak.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore