
Rodrigo Bassani dikabarkan tak jadi merapat ke Persebaya Surabaya dan berlabuh di tim K League 1. (Instagram @rodrigobassani97)
JawaPos.com — Dikabarkan tak merapat ke Persebaya Surabaya, masa depan Rodrigo Bassani kini mengarah ke panggung yang lebih tinggi di Korea Selatan pada bursa transfer Januari 2026. Playmaker asal Brasil itu disebut-sebut akan ditawarkan ke klub-klub K League 1 setelah tampil gemilang dan membawa Bucheon FC 1995 menorehkan sejarah besar.
Kabar ini otomatis memperkecil peluang klub Indonesia untuk memboyong Bassani, termasuk Persebaya Surabaya yang sempat dikaitkan dalam beberapa pekan terakhir.
Informasi terbaru yang diterima JawaPos.com menyebutkan pihak agen dan jaringan klub Korea melihat potensi Bassani masih sangat relevan untuk level tertinggi liga.
Rodrigo Bassani merupakan aktor utama di balik kesuksesan terbesar Bucheon FC 1995 sepanjang sejarah klub.
Ia membawa tim tersebut promosi ke K League 1 untuk pertama kalinya sejak berdiri, sebuah pencapaian monumental bagi klub divisi dua.
Dalam laga play-off krusial melawan Suwon FC, Bassani tampil sebagai penentu lewat dua gol penting yang mengantar Bucheon menembus kasta tertinggi.
Penampilan itu menegaskan mental bertandingnya dalam atmosfer tekanan tinggi khas sepak bola Korea.
Sepanjang musim K League 2, Bassani mencatatkan 16 gol liga dan menjadi pencetak gol utama Bucheon FC. Torehan tersebut menempatkannya di jajaran penyerang paling produktif di kompetisi kasta kedua Korea Selatan.
Kontribusinya tidak berhenti pada urusan mencetak gol semata. Bassani juga menorehkan tujuh assist dan berperan sebagai pusat kreativitas yang menghidupkan serangan Bucheon FC dari lini kedua.
Pemain bernomor punggung 41 itu dikenal sangat fleksibel dalam peran taktis. Ia kerap bermain sebagai figur sentral penghubung lini tengah dan depan, sekaligus piawai melakukan late run ke kotak penalti.
Kualitas teknis dan visi bermainnya membuat Bassani sulit dijaga oleh bek lawan. Umpan-umpan terukurnya, eksekusi bola mati, serta keputusan cepat di area sempit menjadi senjata utama sepanjang musim.
Lahir di São José do Rio Preto, Brasil, Bassani membawa DNA Jogo Bonito yang kental dalam gaya bermainnya. Kontrol bola, kelincahan kaki kiri, dan keberanian mengolah bola di ruang sempit menjadi ciri khas yang menonjol.
Perjalanan kariernya terbilang berwarna sebelum bersinar di Korea Selatan. Ia sempat membela Ituano di Brasil, mencicipi atmosfer Eropa bersama Roeselare di Belgia, dan menjalani periode singkat di Meksiko.

Penjelasan PLN Jakarta Mati Lampu Serentak Hari Ini, MRT hingga Lampu Merah Padam Total
11 Tempat Kuliner Gudeg di Surabaya Paling Enak Soal Rasa Bikin Nostalgia dengan Jogja
Jelajah 13 Kuliner Kebab di Surabaya yang Murah Meriah Isian Melimpah dan Rasa Juara
Rekomendasi 11 Kuliner Serba Kikil di Surabaya yang Empuk, Gurih dan Bumbu Khas yang Nendang
Prabowo Putuskan Biaya Haji Turun Rp 2 Juta di Tengah Kenaikan Harga Avtur Global
Pengganti Bruno Moreira Sudah Ditemukan? Winger Rp 1,74 Miliar Ini Bikin Persebaya Surabaya Punya Senjata Baru
Update 4 Rumor Transfer Bintang Timnas Indonesia Musim Depan! Libatkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya dan PSV Eindhoven
Donald Trump Tegaskan Pasukan Amerika Serikat Tetap di Sekitar Iran dan Siap Lakukan Penaklukan Berikutnya
Prediksi Persita vs Arema FC: Laga Panas BRI Super League, Singo Edan Incar Curi Poin
Sederet 15 Kuliner Steak di Surabaya Paling Enak dengan Saus Lezat yang Wajib Dicoba Pecinta Daging
