Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 April 2026, 19.13 WIB

Profil Mendiang Sultan Harhara! Tembok Kokoh Persija Jakarta dan Timnas Indonesia Era 70-an yang Kini Tinggalkan Duka Mendalam

Mendiang Sultan Harhara yang pernah membela Persija Jakarta di era kejayaan 1970-an. (Persija) - Image

Mendiang Sultan Harhara yang pernah membela Persija Jakarta di era kejayaan 1970-an. (Persija)

JawaPos.com — Kabar duka menyelimuti sepak bola Indonesia setelah legenda Persija Jakarta, Sultan Harhara, meninggal dunia pada Sabtu (11/4/2026) dini hari pukul 01.29 WIB. Kepergian sosok yang dikenal sebagai palang pintu tangguh ini meninggalkan luka mendalam bagi pecinta sepak bola nasional, khususnya pendukung Macan Kemayoran.

Almarhum akan dimakamkan di Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan setelah disalatkan di Musholla Daarossyifa usai Salat Dzuhur. Informasi ini sekaligus menjadi penegas kehilangan besar bagi dunia olahraga yang pernah ia besarkan lewat dedikasi tanpa batas.

"Keluarga Persija mengucapkan bela sungkawa terdalam atas berpulangnya legenda sepak bola Indonesia, Sultan Harhara" tulis Persija Jakarta.

"Semasa membela Persija, beliau memiliki peran besar dalam mempersembahkan dua gelar Liga Indonesia pada tahun 1973 dan 1975 untuk Macan Kemayoran."

"Mari kita panjatkan doa terbaik untuk almarhum, serta semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan."

Sultan Harhara bin Abdullah bin Umar Harhara lahir pada 9 Agustus 1952 dan wafat di usia 73 tahun di RSUD Tangsel. Sosoknya dikenal sebagai pemain bertahan yang tangguh, disiplin, serta memiliki jiwa kepemimpinan tinggi di lapangan hijau.

Pada era 1970-an, nama Sultan Harhara menjadi bagian penting dalam kejayaan Persija Jakarta. Ia bukan sekadar pemain, melainkan simbol kekuatan lini belakang yang membuat lawan segan untuk menembus pertahanan tim ibu kota.

Di masa itu, Persija Jakarta dikenal memiliki komposisi pemain yang hampir identik dengan Tim Nasional Indonesia. Hal ini menjadikan kualitas permainan klub tersebut berada di level tertinggi dan disegani di kancah sepak bola nasional.

Sultan Harhara berdiri sejajar dengan nama-nama besar seperti Roni Paslah, Oyong Liza, Iswadi Idris, hingga Risdianto. Generasi ini dikenal sebagai tulang punggung kejayaan sepak bola Indonesia di era Perserikatan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore