Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Februari 2026, 05.10 WIB

Satu Abad NU, Gubernur Jatim Khofifah Sebut Nahdlatul Ulama Bukan Milik Kelompok Tertentu

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara Puncak Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stasiun Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2). (Humas Pemprov Jatim) - Image

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara Puncak Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stasiun Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2). (Humas Pemprov Jatim)

JawaPos.com - Sejak didirikan pada 1926, Nahdlatul Ulama (NU) telah melalui perjalanan panjang dan tumbuh sebagai organisasi Islam yang tak hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam acara Puncak Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stasiun Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2). Acara ini dihadiri langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.

“NU menjadi wadah kekuatan besar dan strategis bagi Indonesia. NU bukan hanya untuk orang-orang yang memahami Ahlussunnah wal Jamaah secara khusus, tetapi menjadi rumah umat Islam secara keseluruhan,” ucapnya.

Sebagai Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah menyebut Nahdlatul Ulama juga memiliki peranan penting dalam menjaga tradisi, toleransi, dan pembangunan peradaban nasional.

"NU mengedepankan Islam moderasi, Islam wasathiyah, yang menjaga toleransi, tradisi kenusantaraan dan turut berkontribusi mengembangkan peradaban lewat lembaga-lembaga pendidikan," imbuh Khofifah.

NU tumbuh menjadi rumah besar umat yang memberdayakan dan mengayomi masyarakat lintas latar belakang. Semangat Islam moderasi terus dirawat NU dinilainya menjadi perekat dalam keberagaman Indonesia.

"Ibarat rumah, NU itu rumah besar, yang kokoh dan penuh toleransi, mampu memberikan keteduhan dan kenyamanan. NU terbuka dengan banyak hal, teguh menjaga tradisi dan mengedepankan rahmatan lil alamin," ucapnya.

NU juga memiliki jaringan pesantren luas di berbagai daerah, baik tradisional maupun modern, yang berperan sebagai pusat pengembangan ilmu keislaman sekaligus pembentukan karakter dan akhlak umat.

"Banyak pondok pesantren sebagai tempat bertumbuh, mengembangkan peradaban, membekali pribadi-pribadi dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama," beber Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Kota Malang.

Atas nama warga NU Jawa Timur, Gus Kikin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Malang atas potensi ketidaknyamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Sekolah-sekolah di sekitar Stadion Gajayana, bahkan pengurus gereja, dengan penuh kearifan dan toleransi, mereka bersedia menyesuaikan jadwal kegiatan demi kelancaran Mujahadah Kubro ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Malang," tukas Gus Kikin.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
    ©2026 PT JAWA POS GRUP MULTIMEDIA
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore