Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Oktober 2025, 20.06 WIB

Soal Kabar Penangkapan Perempuan Asal Jakarta yang Mengkritiknya, KDM Sebut Tidak Ada Kaitannya dengan Dirinya

Dedi Mulyadi bertanya ke salah satu warga asal Jayabaya, Parung Panjang, terkait pertanggung jawaban perusahaan tambang usai dirinya mengalami cacat permanen akibat kecelakaan. (Youtube) - Image

Dedi Mulyadi bertanya ke salah satu warga asal Jayabaya, Parung Panjang, terkait pertanggung jawaban perusahaan tambang usai dirinya mengalami cacat permanen akibat kecelakaan. (Youtube)

JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi kabar penangkapan seorang perempuan asal Jakarta yang sebelumnya mengkritiknya terkait ajakan Sapoe Sarebu gerakan donasi Rp1.000 per hari untuk kegiatan sosial di Jawa Barat.

Dikutip Radar Depok (Jawa Pos Group), melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Minggu pagi (12/1), Dedi menegaskan bahwa penangkapan tersebut tidak memiliki kaitan dengan dirinya maupun kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warganet dan warga Jabar yang tetap memberikan kritik kepada pemerintah. Kritik itu saya anggap seperti obat meski pahit, bisa membuat sehat kalau diminum teratur,” ujar Dedi.

Ia juga menambahkan, dirinya tidak mengenal perempuan tersebut secara pribadi dan memastikan bahwa peristiwa hukum yang dialaminya bukan karena kritik terhadap dirinya maupun Pemprov Jabar.

"Andaikata ada peristiwa pidana yang dialami saat ini tidak ada kaitannya dengan kebijakan provinsi Jawa Barat dan tidak ada kaitannya dengan kritik yang disampaikan pada saya," ungkap Dedi.

Dedi pun menutup pernyataannya dengan nada positif, bahwa meningkatnya kritik justru menandakan kepedulian masyarakat terhadap kemajuan Jawa Barat, termasuk sektor pariwisatanya yang terus berkembang.

“Saya menghormati siapa pun yang bersikap kritis, baik dari dalam maupun luar Jawa Barat. Saya anggap semua itu bentuk rasa sayang dan perhatian terhadap Jawa Barat,” jelasnya.

Diketahui perempuan itu disebut-sebut telah diberhentikan dari pekerjaannya di sebuah mal di Jakarta. Namun hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait kabar penangkapan salah satu pengkritik Dedi .

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore