
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo Utara Dheninda Chaerunnisa (dua dari kanan). (Istimewa)
JawaPos.com - Ketua Komisi III DPRD Gorontalo Utara Dheninda Chaerunnisa alias Dini menjadi sorotan publik, usai diduga mengejek aksi massa yang melakukan demonstrasi di depan kantor DPRD Gorontalo Utara pada Senin (13/10).
Sikap Dheninda yang diduga mengejek massa aksi tersebut menyita perhatian publik dan kini menuai kritikan.
Dheninda merupakan sosok politikus muda dari Generasi Z atau Gen Z yang menempuh karir politik di Partai NasDem.
Wanita berusia 22 tahun itu lahir pada 2 April 2003. Ia menjadi salah satu anggota DPRD termuda di Indonesia.
Dheninda merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. Dalam akun media sosial Instagram pribadinya, Dheninda turut membagikan foto tengah memegang bunga usai sidang sebagai mahasiswa alumni Unpad.
Pada Pemilu 2024, Dheninda maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kwandang dan berhasil memperoleh sekitar 2.846 suara. Hasil tersebut mengantarkannya menjadi anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara periode 2024–2029.
Tidak hanya itu, kepercayaan politik terhadap dirinya juga semakin besar setelah ia ditunjuk sebagai Ketua Komisi III DPRD Gorontalo Utara.
Di posisi tersebut, Dheninda berperan dalam mengawasi berbagai sektor pembangunan, termasuk infrastruktur dan pelayanan publik.
Sebelumnya, Dheninda angkat bicara usai aksinya viral dan dituding mengejek massa demonstrasi di depan kantor DPRD. Ia menegaskan bahwa video yang beredar tidak menggambarkan situasi sebenarnya.
Menurut Dheninda, gerakan kepala dan bibirnya yang dianggap melecehkan demonstran justru merupakan respons spontan terhadap salah satu stafnya yang tengah memberikan semangat di tengah suasana aksi.
“Aku nggak tahu juga kenapa sampai disalahartikan seperti begitu. Mungkin saat orasi berlangsung, karyawanku ada di belakang situ dan menunjukkan ekspresi keren kepada saya, makanya saya berekspresi seperti itu,” ucap wanita yang karib disapa Dini, sebagaimana dikutip dari Fajar.co.id (Jawa Pos Group), Rabu (14/10).
Meski demikian, Dheninda menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang muncul akibat viralnya video tersebut.
Klarifikasi serupa turut diunggah Dheninda dalam akun media sosial Instagram @dinychaerunnisa_.
“Aku gak mau mengotori lisan dan jariku untuk membalas perkataan orang-orang yang tidak suka denganku. Karena terkadang ketika seseorang tidak menyukaiku itu bukan berarti selalu ada yang salah dalam hidupku,” tulis Dheninda, dikutip Selasa (14/10).
