
Muharmizan (kiri) bersama personel Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak saat memadamkan karhutla semasa hidupnya. (Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak-Riau Pos)
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR, Alex Indra Lukman menyoroti kasus meninggalnya seorang pemadam kebakaran (Damkar) bernama Muharmizan, usai bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.
Ia menegaskan bahwa pekerjaan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan profesi berisiko tinggi.
“Nyawa itu sangat berharga. Karena itu, perlengkapan keselamatan harus tersedia dan digunakan secara lengkap saat bertugas. Jangan sampai tim Manggala Agni bekerja dengan standar keselamatan seadanya,” kata Alex kepada wartawan, Rabu (1/4).
Baca Juga:Kapolda Riau Pastikan Karhutla di Dumai Mulai Terkendali, Total Luas Lahan Terdampak 87,25 Hektare
Seorang personel Regu 4 Manggala Agni Daops Siak, Muharmizan, 44, meninggal dunia secara mendadak usai menjalankan tugas pemadaman di Desa Palkun, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Senin (30/3).
Insiden serupa sebelumnya juga menimpa Ipda Donald Junus Halomoan, perwira Brimob Polda Riau.
Ia meninggal dunia saat bertugas menangani karhutla di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir, pada Minggu, 4 Agustus 2025 pukul 08.00 WIB.
Atas kejadian berulang tersebut, Alex mengingatkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk memastikan peristiwa kematian mendadak tidak kembali terjadi.
baik pada personel Manggala Agni maupun petugas dari instansi lain yang diterjunkan ke lapangan.
“Mewakili pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI, kami menyampaikan duka mendalam atas gugurnya anggota Regu 4 Manggala Agni Daops Siak,” ujar Alex.
