Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 23.17 WIB

Satu per Satu SPBU Swasta Kehabisan Stok RON 95! Setelah Shell dan BP, kini Giliran Vivo

Aktivitas pengisian BBM di SPBU Vivo, Cideng Timur, Jakarta Pusat pada Senin malam (5/9). - Image

Aktivitas pengisian BBM di SPBU Vivo, Cideng Timur, Jakarta Pusat pada Senin malam (5/9).

JawaPos.com - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo turut mengalami kelangkaan bahan bakar. Hal ini menyusul sejumlah penyedia BBM swasta lainnya seperti Shell dan BP yang sudah mengalami kelangkaan sejak pertengahan Agustus.

Bahkan, terhitung hari ini, Rabu (15/10), BBM RON 90, 92, hingga 95 tak tersedia pada seluruh jaringan Vivo. "Mohon maaf kepada pelanggan setia kami. Saat ini, BBM jenis bensin (Revvo90, Revvo92, dan Revvo95) belum tersedia di seluruh lokasi SPBU Vivo," kata manajemen Vivo pada akun Instagram resminya, @spbuvivo pada Rabu (15/10).

Sebagai informasi, produk BBM RON 90 hanya dijual oleh Pertamina (Pertalite), dan Vivo (Revvo90). Sedangkan, BP AKR dan Shell tidak menjual BBM RON 90.

Meski begitu, pasokan diesel pada SPBU Vivo masih aman terkendali. Alhasil, pelanggan masih bisa membeli produk Diesel pada jaringan-jaringan SPBU Vivo.

"Untuk pengguna produk Diesel berkualitas, Diesel Primus Plus masih tersedia di lokasi SPBU Vivo. Kami terus berupaya menyediakan produk BBM berkualitas agar dapat kembali melayani kamu secepatnya. Terima kasih atas pengertian dan kepercayaanmu pada SPBU Vivo," tukasnya.

Sebelumnya, Direktur Vivo, Leonard Mamahit sempat mengungkapkan bahwa stok BBM SPBU Vivo hanya akan bertahan hingga pertengahan Oktober. Demi menjaga ketersediaan stok, Vivo pun menjalin komunikasi dengan PT Pertamina Patra Niaga (PPN).

Alhasil, kedua belah pihak beserta sejumlah penyedia BBM swasta lainnya, sepakat melakukan jual beli bahan bakar murni atau base fuel pada Jumat (26/9). Dalam kesepakatan itu pula, terungkap bahwa Vivo akan membeli 40 ribu barel base fuel dari 100 ribu barel yang diimpor oleh Pertamina. 

Tak berselang lama, Vivo mengurungkan niatnya untuk membeli BBM dari Pertamina akibat temuan etanol sekitar 3,5 persen pada hasil uji lab base fuel. Hal ini terungkap pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (1/10).

Selanjutnya, Pertamina mengatakan bahwa PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) dan PT Aneka Petroindo Raya (APR)-AKR Corporindo Tbk (pengelola SPBU BP) sepakat menindaklanjuti kerjasama impor BBM ke pembicaraan yang lebih teknis.

"Beberapa badan usaha swasta sudah dalam tahap nego dengan syarat dan ketentuan yang disampaikan. Kami coba bantu dari sisi penyediaannya," ujar Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun di Jakarta seperti dikutip dari Antara.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore