
Ilustrasi tentara Amerika menyerbu daratan Iran. (Ilustrasi/Gemini AI)
JawaPos.com - Seorang sumber militer dan politik di kawasan menyebut bahwa sejumlah negara Arab di Teluk Persia turut terlibat dalam operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, meskipun secara resmi hal tersebut dibantah.
"Seperti yang Anda ketahui, secara resmi, otoritas negara-negara Arab di Teluk Persia dan Yordania mentah-mentah membantah keterlibatan mereka dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Namun, aktivitas semacam itu terjadi dalam sejumlah kasus," kata sumber tersebut seperti dikutip dari Antara, Minggu (5/4).
Menurut sumber tersebut, keterlibatan militer AS terlihat jelas melalui operasi Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang bermarkas di Bahrain dan disebut berperan langsung dalam serangan ke Iran.
Ia juga menjelaskan bahwa fasilitas militer di Kuwait dimanfaatkan oleh pihak Amerika untuk mendukung kebutuhan logistik dan pengumpulan intelijen selama konflik berlangsung.
Selain itu, pangkalan udara di Arab Saudi digunakan untuk mengoperasikan sejumlah pesawat militer, termasuk E-3G Sentry, E-11A, dan C-17 Globemaster.
Lebih jauh, sumber tersebut menyebut bahwa salah satu titik strategis utama AS di Yordania adalah Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Azraq, yang kerap dijadikan lokasi peluncuran serangan menuju target di Iran.
