
Vivo X300 (kiri) dan Vivo X300 Pro (kanan). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Vivo resmi meluncurkan Vivo X300 Series di Indonesia. Seri flagship ini muncul dengan dua model yakni Vivo X300 Pro dan Vivo X300. Keduanya membawa kamera ganda 200 MP ZEISS Ultra-Clear Imaging hingga chipset Dimensity 9500.
Menariknya, ponsel ini hadir dengan dua pilihan ukuran dan tampil lebih stylish lewat Unibody 3D Glass Design, keduanya pun turut membawa terobosan BlueVolt Battery dengan kapasitas yang jauh lebih besar.
Vivo X300 tersedia dengan tiga pilihan warna elegan, yakni Aurora Pink, Mist Blue, dan Phantom Black. Adapun varian biasa dibekali dua konfigurasi memori yakni 12GB + 256GB seharga Rp 14.999.000 dan 16GB + 512GB seharga Rp 16.999.000.
Sementara itu, Vivo X300 Pro hadir dalam warna Dune Brown, Cloud White, dan Phantom Black dengan konfigurasi 16GB + 512GB seharga Rp18.999.000.
Hadie Mandala, Product Manager Vivo Indonesia, menjelaskan, bahwa Vivo X300 melanjutkan visi Vivo X Series untuk mencapai keunggulan pada aspek pencitraan kelas profesional. Hal ini melalui sistem kamera ZEISS.
“Menggabungkan pengembangan teknologi pencitraan internal kami dengan keahlian para pemimpin global seperti ZEISS, Sony, dan MediaTek, kami berhasil mendorong batas kemampuan kamera smartphone, memungkinkan setiap pengguna untuk mengambil foto dan video berkualitas sinema, langsung dari saku mereka,” kata Hadie saat peluncuran di Jakarta, Kamis (20/11).
Sekilas mengenai ponsel ini, pada sisi fotografi, X300 Pro dibekali kamera utama ZEISS Gimbal-Grade dengan OIS ±1,5°, stabilisasi CIPA 5.5, dan VCS 3.0 untuk menjaga rekaman tetap stabil, termasuk saat mengambil gambar jarak jauh tanpa tripod. Kamera telefoto 200 MP ZEISS APO mendukung perekaman 4K 60fps Portrait Video serta 4K 120fps Pro Video dengan 10-bit Log.
Untuk skenario panggung, Stage Mode 2.0 dan Telephoto Snapshot memungkinkan perekaman dua sudut melalui Dual-View Video. Pada olahraga, algoritma Telephoto dan BlueImage Extreme Subject-Tracking Engine membantu menjaga fokus objek yang bergerak cepat, menghasilkan 20x Motion Snapshot yang lebih tajam. Fitur-fitur ini membuat perangkat cocok untuk pemotretan konser dan olahraga dari jarak jauh.
Untuk kebutuhan workflow profesional, Vivo X300 Pro mendukung 10-bit LOG Video Recording di seluruh focal length, memberi fleksibilitas lebih dalam proses color grading. Perangkat ini juga kompatibel dengan Pro Photography Kit yang menyediakan grip layaknya DSLR, tombol shutter fisik, kontrol tambahan, serta telephoto extender opsional.
Sementara itu, Vivo X300 menawarkan bodi yang lebih ringkas dengan kamera utama 200 MP ZEISS yang mendukung pemotretan beresolusi tinggi dan fitur AI Collage Reframe untuk membuat beberapa framing dari satu jepretan. Perangkat ini juga menyediakan zoom hingga 112x untuk menangkap detail dari jarak jauh.
Baik X300 maupun X300 Pro dilengkapi sistem Multifocal HD Portrait dengan pilihan focal length 23/24mm hingga 135mm, serta ZEISS Natural Portrait untuk menjaga detail wajah tetap natural. Kedua model menggunakan kamera depan 50 MP ZEISS Wide-Angle yang dirancang untuk selfie dan vlogging dengan distorsi minimal.
Pada sisi ketahanan, Vivo X300 Series menggunakan BlueVolt Battery generasi keempat yang menawarkan peningkatan efisiensi dan optimalisasi daya melalui integrasi software dan hardware. Vivo X300 hadir dengan baterai 6.040 mAh dalam bodi yang lebih ringkas, sementara Vivo X300 Pro membawa kapasitas lebih besar, yaitu 6.510 mAh.
Keduanya didukung teknologi 90W FlashCharge untuk pengisian cepat serta Bypass Charging dengan kontrol suhu cerdas. Selain itu, tersedia fitur darurat yang memungkinkan panggilan hingga 4 menit meski baterai berada pada level 1 persen.
Sementara itu, pada performa Vivo X300 Series menggunakan chipset Dimensity 9500 yang telah disesuaikan secara khusus untuk memberikan performa optimal pada multitasking dan pemrosesan kamera.
Perangkat menjalankan OriginOS 6 dengan fitur seperti Private Space untuk pengelolaan privasi, peningkatan transfer file lintas perangkat termasuk ke ekosistem Apple, serta antarmuka yang diperbarui melalui Origin Design.
