Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Januari 2026, 15.08 WIB

Diklat PPIH Ditutup, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak Pastikan Tak Ada Petugas Nebeng Haji

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memberi keterangan soal dominasi jamaah perempuan di Haji 2026 kepada wartawan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Senin (26/1/2026). (MCH) - Image

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memberi keterangan soal dominasi jamaah perempuan di Haji 2026 kepada wartawan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Senin (26/1/2026). (MCH)

JawaPos.com - Kementerian Haji dan Umrah secara resmi menutup rangkaian pendidikan kilat (diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pada Jumat (30/1). Total ada 1.622 petugas haji yang dikukuhkan untuk bertugas melayani jamaah haji Indonesia tahun ini. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan, kali ini tidak ada petugas yang nebeng haji.

Menurut Dahnil, pelaksanaan diklat PPIH oleh Kementerian Haji dan Umrah merupakan sejarah baru dalam rangkaian persiapan penyelenggaran ibadah haji di Indonesia. Sebelumnya, tidak pernah dilakukan diklat petugas haji selama 30 hari atau 1 bulan penuh. Selama 20 hari dilaksanakan di ’barak’ dan 10 hari lainnya melalui daring.

”Pertama dalam sejarah pemerintahan Presiden Prabowo itu melakukan pembinaan secara serius terhadap petugas haji. Karena salah satu kritik publik yang paling sering itu adalah dedikasi, disiplin dari para petugas haji,” kata dia.

Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah melaksanakan pola rekrutmen dan pola diklat petugas haji yang berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Menurut Dahnil, selama ini petugas haji paling lama menjalani diklat selamat 3 hari. Itu pun terbatas pada bimbingan teknis (bimtek). Pola itu tidak berlaku bagi petugas haji tahun ini.

”Mereka 20 hari di ’barak’ itu dilatih secara semi militer, terutama kedisiplinan, rentang komando, kemudian kekompakan. Dan alhamdulillah mereka bonding sekarang,” kata dia.

Meski berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, Dahnil memastikan ribuan petugas haji tersebut kini sudah kompak dan bersatu padu. Dengan begitu, dia berharap kritik publik terhadap petugas haji selama ini dapat terjawab. Seluruh petugas haji dapat melaksanakan tugas dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab.

”Kami harapkan dengan pola ini kami bisa menjawab kritik publik selama ini untuk menghindari ada orang-orang yang nebeng naik haji. Jadi, konsentrasi kami itu adalah ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya itu adalah menjadi petugas haji bukan orang-orang yang nebeng naik haji,” tegasnya.

Untuk itu, seluruh petugas haji Indonesia tahun ini dilatih dengan baik dalam durasi waktu yang jauh lebih lama dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dahnil memastikan, pola serupa akan diterapkan terhadap seluruh petugas haji. Termasuk petugas haji pada gelombang berikutnya yang juga akan melalui diklat dengan pola semi militer.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore