Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Oktober 2025, 22.53 WIB

Kemhan Borong 30 Unit KSOT setelah Saksikan Uji Tembak Piranha

Proses pemasangan torpedo Piranha pada KSOT buatan PT PAL Indonesia di Dermaga Madura, Markas Koarmada II Surabaya, Jatim, pada Kamis (30/10). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Proses pemasangan torpedo Piranha pada KSOT buatan PT PAL Indonesia di Dermaga Madura, Markas Koarmada II Surabaya, Jatim, pada Kamis (30/10). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com-Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin melihat langsung uji tembak torpedo dari Kapal Selam Otonom (KSOT) atau kapal selam tanpa awak berhasil dilakukan pada Kamis (30/10). Keberhasilan itu meyakinkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk memborong KSOT dari PT PAL Indonesia sebanyak 30 unit. 

Sesuai dengan rencana, uji tembak torpedo KSOT berlangsung di Perairan Dermaga Madura, Markas Komando Armada (Koarmada) II Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Tidak sendirian, Sjafrie menyaksikan uji tembak tersebut bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod. 

”Kita sudah lihat sendiri, ini merupakan satu peluncuran perdana KSOT dan penembakan perdana torpedo yang kita buat sendiri oleh awak PT PAL,” ungkap Sjafrie saat diwawancarai oleh awak media.

Keterangan tersebut disampaikan oleh Sjafrie setelah dirinya melihat langsung torpedo bernama Piranha itu diluncurkan dari KSOT. Menurut dia, Indonesia menjadi negara keempat di dunia yang mampu memproduksi dan menggunakan KSOT. Sebelumnya hanya Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Tiongkok yang memiliki alat utama sistem persenjataan (alutsista) jenis tersebut. 

”Ini adalah kebanggaan kita, bahwa anak bangsa bisa memproduksi alutsista yang setara dengan negara-negara global di bidang teknologi militer,” jelasnya. 

Keberhasilan uji tembak torpedo tersebut membulatkan niat Kemhan untuk membeli alutsista tersebut sebanyak 30 unit. Sjafrie ingin 30 unit KSOT tersebut mengisi sejumlah titik strategis di perairan Indonesia. Jika tidak ada kendala, mantan panglima Kodam Jaya tersebut menginginkan KSOT untuk TNI AL sudah tersedia tahun depan. 

”Bahwa kita perlu 30 kapal selam autonomous untuk menjaga choke point yang ada di perairan nasional kita,” imbuhnya. 

KSOT merupakan alutsista jenis baru yang dibuat dan dikembangkan oleh PT PAL Indonesia. Kapal selam tersebut pertama kali diperlihatkan kepada publik dalam gelaran peringatan HUT ke-80 TNI di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat (Jakpus). Kini, pemerintah tampak sangat serius mengembangkan alutsista buatan dalam negeri tersebut. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore