
Ilustrasi rantis yang digunakan prajurit TNI yang bertugas bersama UNIFIL di Lebanon. (Istimewa)
JawaPos.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan kondisi 3 prajurit TNI yang mengalami luka berat, saat bertugas dalam misi menjaga perdamaian dunia di Lebanon Selatan semakin membaik.
Mereka mendapatkan perawatan yang optimal di Beirut usai menjadi korban serangan saat bertugas.
”Dari 3 prajurit yang dirawat di rumah sakit Beirut, saat ini sekarang sudah membaik sudah dalam kondisi yang stabil dari yang sebelumnya,” terang Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait pada Kamis (6/2).
Rico juga menyampaikan bahwa jenazah 3 prajurit TNI yang gugur dalam tugas bersama UNIFIL bakal diterbangkan ke Indonesia pekan ini.
Berdasar informasi dari Kemhan, ketiga jenazah tersebut diterbangkan dari Beirut ke Jakarta untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing.
”Pada sore hari ini, tanggal 2 april 2026, saya mengupdate perkembangan tentang jenazah dari pada prajurit TNI yang sudah gugur di UNIFIL. Saat ini (jenazah) sudah berada di Rumah Sakit yang berada di Lebanon dan sedang pemulasaraan jenazah,” terang Rico.
Menurut Rico, jenazah ketiga prajurit TNI itu akan diberangkatkan dari Lebanon Jumat (3/4) atau Sabtu (4/4).
Kepastian pengiriman ketiga jenazah tersebut dari Lebanon ke Jakarta bergantung pada jadwal penerbangan. Mengingat saat ini tidak banyak penerbangan dari Timur Tengah.
”Pemberangkatan kemungkinan kalau nggak hari Jumat akan dilaksanakan hari Sabtu karena minimnya penerbangan yang sedang ada saat ini di daerah konflik di (wilayah negara) Teluk. Sehingga update berikutnya akan kami sampaikan setelah ada kepastian kepulangan dari jenazah tiga prajurit TNI yang telah gugur,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, pada Senin (30/3), Mabes TNI merilis data-data prajurit TNI yang terdampak konflik tersebut.
