Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 November 2025, 23.55 WIB

Penyelidikan Dugaan Pengambilan Obat Tidur untuk Psy Berlanjut, Polisi Ungkap Progres Terbaru Kasus

Polisi ungkap progres terbaru kasus pengambilan obat tidur resep untuk Psy. (Allkpop) - Image

Polisi ungkap progres terbaru kasus pengambilan obat tidur resep untuk Psy. (Allkpop)

JawaPos.com - Kontroversi seputar Psy kembali ramai setelah muncul dugaan bahwa ia menerima obat tidur resep melalui pihak ketiga. 
 
Di tengah perhatian publik yang terus meningkat, pihak kepolisian kini memberikan perkembangan terbaru mengenai penyelidikan kasus tersebut.
 
Melansir laman Allkpop, dalam konferensi pers rutin yang digelar pada 17 November lalu di Kantor Badan Kepolisian Metropolitan Seoul wilayah Jongno, seorang pejabat setempat menyatakan bahwa proses penyelidikan telah mengalami kemajuan signifikan. 
 
Meski begitu, ia menegaskan bahwa masih ada sejumlah dokumen dan materi yang perlu dianalisis, sehingga detail lebih lanjut belum dapat diungkap kepada publik. 
 
Menurutnya, penyidik harus memastikan seluruh informasi diperiksa secara menyeluruh sebelum menarik kesimpulan akhir.
 
Kasus ini pertama kali mulai diselidiki pada Agustus, ketika Kepolisian Seodaemun menetapkan Psy sebagai tersangka dugaan pelanggaran Undang-Undang Pelayanan Medis. 
 
Tuduhan yang dihadapkan kepadanya meliputi dugaan pengambilan obat psikotropika secara perantara serta penerimaan resep jarak jauh tanpa konsultasi tatap muka. 
 
Hingga kini, pihak kepolisian tidak mengungkapkan apakah Psy telah dipanggil untuk diperiksa secara langsung atau tidak.
 
Polisi sebelumnya mengungkapkan adanya indikasi bahwa sejak 2022 hingga waktu yang belum lama ini, Psy mendapatkan resep untuk obat psikotropika jenis Xanax dan Stilnox dari sebuah rumah sakit universitas di Seoul tanpa harus melakukan konsultasi langsung dengan dokter. 
 
Lebih jauh, manajer Psy disebut-sebut menjadi orang yang mengambil obat tersebut atas namanya, sehingga menimbulkan dugaan praktik pengambilan resep secara tidak sah.
 
Menanggapi laporan tersebut, P Nation selaku agensi Psy mengeluarkan pernyataan resmi yang mengakui adanya kesalahan terkait prosedur pengambilan obat. 
 
Mereka menyebut bahwa obat tidur yang termasuk kategori obat khusus seharusnya tidak diambil oleh orang lain, dan menyampaikan permintaan maaf atas kelalaian tersebut. 
 
Namun, agensi membantah adanya praktik pemberian resep secara perantara, dengan menegaskan bahwa Psy mengonsumsi obat tidur sesuai resep dokter, meski dalam beberapa kesempatan memang benar bahwa pihak ketiga yang mengambil obat tersebut. Agensi juga menolak tuduhan mengenai penerimaan resep ilegal.
 
Pernyataan agensi ini kemudian dipertanyakan oleh seorang dokter, diidentifikasi sebagai Dr. A, yang melalui kanal pribadinya mengkritik perbedaan istilah yang digunakan agensi. 
 
Menurutnya, jika obat diambil oleh orang lain selain pasien, hal tersebut tetap dianggap sebagai resep perantara. 
 
Ia juga menyoroti perubahan narasi dari agensi, yang awalnya menyebut Psy hanya menerima resep jarak jauh selama bertahun-tahun, namun kemudian memberikan penjelasan berbeda. 
 
Dr. A menilai perubahan pemilihan kata ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan penjelasan yang patut dipertanyakan.
 
Di tengah polemik yang belum mereda, Psy sempat menjadi sorotan setelah muncul di sebuah acara bersama G-Dragon, CL, serta direktur rumah mode mewah asal Prancis, Vetements, pada bulan lalu. 
 
Kemunculan tersebut makin mengundang perhatian publik yang kini terus mengikuti perkembangan kasusnya.
 
Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan publik menantikan bagaimana penyelesaian akhirnya, terutama setelah polisi menyebut bahwa sejumlah tahap masih perlu dirampungkan sebelum hasilnya dapat diumumkan. 
 
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore