
Logo Samsung terpampang di depan gedung perusahaan di Seoul, Korea Selatan. (Equity Pandit)
JawaPos.com — Samsung Electronics dan SK Hynix menandatangani nota kesepahaman untuk memasok chip memori bagi pusat data OpenAI, menegaskan keterlibatan perusahaan chip Korea Selatan dalam proyek Stargate yang ambisius.
Kolaborasi ini muncul di tengah lonjakan permintaan global untuk layanan ChatGPT, sekaligus menempatkan Korea Selatan sebagai pemain kunci dalam pengembangan infrastruktur AI tingkat dunia.
Langkah strategis ini juga memperkuat ambisi Seoul menjadi pusat kecerdasan buatan (AI) di Asia. Jumlah pelanggan ChatGPT berbayar di Korea Selatan yang menempati posisi kedua dunia setelah Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kemitraan ini, sekaligus membuka peluang signifikan bagi industri chip domestik dalam ekosistem AI global.
Dilansir dari Reuters, Senin (6/10), kesepakatan ini diumumkan setelah CEO OpenAI, Sam Altman, bertemu Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, serta pimpinan Samsung Electronics dan SK Hynix di kantor kepresidenan Seoul. Proyek Stargate, yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump senilai 500 miliar dolar AS, menugaskan OpenAI bersama mitra seperti SoftBank dan Oracle untuk memastikan posisi AS tetap terdepan dalam pengembangan AI.
Menurut penasihat presiden Korea Selatan, Kim Yong-beom, OpenAI berencana memesan 900.000 wafer semikonduktor pada 2029 dan membangun dua pusat data di Korea Selatan dengan kapasitas awal 20 megawatt.
“Bagian signifikan dari proyek Stargate tidak akan mungkin terlaksana tanpa chip memori dari dua perusahaan ini,” ujar Kim dalam konferensi pers. Korea Selatan juga siap mendukung pembiayaan proyek jika diperlukan.
Sam Altman menekankan pentingnya kerja sama ini bagi pengembangan AI di Korea.
“Kami sangat bersemangat membangun Stargate Korea dan pusat data bersama mitra luar biasa untuk mendukung kebutuhan AI kedaulatan Korea,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Korea memiliki basis industri yang unik dan penting bagi pengembangan AI, sehingga kami senang bekerja sama dengan Samsung dan Hynix, mulai dari pemenuhan kebutuhan memori untuk mendukung permintaan AI global.”
Kerja sama ini juga meliputi pengembangan dan pengoperasian pusat data AI melalui afiliasi Samsung Electronics, yakni Samsung SDS.
Selain itu, Samsung Heavy Industries dan Samsung C&T akan bermitra dengan OpenAI untuk membangun pusat data terapung di lepas pantai, yang dirancang untuk menekan biaya pendinginan sekaligus mengurangi emisi karbon.
Samsung dan SK Hynix saat ini menguasai sekitar 70 persen pasar global DRAM, yaitu chip memori yang menyimpan data sementara untuk mempercepat kinerja perangkat digital, serta hampir 80 persen pasar HBM, versi DRAM berkecepatan tinggi yang sejak 2013 diproduksi dengan teknologi penumpukan chip secara vertikal guna meningkatkan efisiensi ruang dan daya.
Analis memperkirakan 900.000 wafer DRAM canggih ini bernilai lebih dari 100 triliun won (sekitar Rp1.666 triliun dengan kurs Rp11,83 per won). Namun, nilai tersebut tetap dapat berubah mengikuti siklus pasar memori.
Tidak hanya itu, OpenAI tahun ini membuka kantor pertamanya di Seoul karena tingginya permintaan layanan ChatGPT di Korea Selatan.
Di sisi lain, Google juga telah berdiskusi dengan dua hingga tiga perusahaan Korea Selatan terkait kerja sama AI, sementara SK Group pada Juni lalu mengumumkan investasi 7 triliun won, termasuk 4 miliar dolar AS (sekitar Rp66,6 triliun dengan kurs Rp16.630 per dolar AS), untuk membangun pusat data di Korea Selatan.
