
Ilustrasi: Donald Trump kekeuh ingin menguasai Greenland. (Global News)
JawaPos.com - Ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk merebut Greenland dari Denmark kembali memicu gejolak politik global.
Di tengah upaya negara-negara Eropa memperkuat keamanan di kawasan Arktik, Donald Trump justru melancarkan ancaman baru berupa kenaikan tarif dagang terhadap delapan negara Eropa, termasuk Inggris, Norwegia, dan enam anggota Uni Eropa.
Ancaman Donald Trump untuk memberlakukan tarif baru tersebut dinilai sebagai pukulan telak bagi kesepakatan dagang yang dengan susah payah dirajutnya sendiri bersama negara-negara tersebut pada musim panas lalu.
Negara-negara yang kini menjadi sasaran tarif diketahui merupakan pihak yang mendukung atau mengirim pasukan ke Greenland sebagai bagian dari kerja sama penguatan keamanan Arktik.
Untuk pertama kalinya, langkah Trump berpotensi menjadi bumerang. Ancaman itu memicu respons keras yang belum pernah terjadi sebelumnya dari para pemimpin Uni Eropa.
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan sejumlah pemimpin Eropa lainnya menegaskan bahwa mereka tidak akan tunduk pada intimidasi, perundungan, maupun pemerasan.
Di Parlemen Eropa, situasinya tak kalah panas. Para anggota parlemen hampir dipastikan akan menunda pembahasan kesepakatan dagang AS–UE saat rapat pada Rabu mendatang.
Dua blok suara terbesar, Partai Rakyat Eropa (EPP) serta Sosialis & Demokrat (S&D), menyatakan bahwa perjanjian tersebut tidak dapat disetujui dalam kondisi saat ini.
Blok liberal Renew juga menyatakan dukungan untuk menghentikan sementara proses ratifikasi.
Bahkan, mereka menilai fondasi kesepakatan tersebut sejak awal 'dibangun di atas pasir', sehingga rawan runtuh sewaktu-waktu.
Secara teknis, Trump memang dapat menaikkan tarif secara sepihak di pihak Amerika Serikat. Namun ancaman itu mengabaikan fakta bahwa kebijakan perdagangan merupakan kewenangan Brussel.
Negara-negara anggota tidak memiliki ruang untuk membalas atau menegosiasikan ancaman tarif tersebut secara individual.
Kesepakatan dagang AS–UE sendiri disepakati pada Juli lalu di lapangan golf Trump di Skotlandia, di bawah tekanan besar dari sang presiden.
Meski telah berlaku di Amerika Serikat, tarif 0 persen untuk produk AS hingga kini belum diratifikasi secara hukum di Uni Eropa.
“Kami mendukung kesepakatan dagang UE-AS, tetapi dengan ancaman Donald Trump terkait Greenland, persetujuan tidak mungkin dilakukan saat ini,” ujar pemimpin EPP, Manfred Weber. Ia menegaskan bahwa tarif nol persen untuk produk AS harus ditangguhkan.
