Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Januari 2026, 16.45 WIB

Putus Jalur Neraka di Parung Panjang, Bogor Siapkan Rp 100 Miliar Pembebasan Lahan Jalan Khusus Tambang

DIBLOKIR: Siswa sekolah berkendara di atara barisan truk tambang yang menutup jalan di Parung Panjang, Kabupaten Bogor. - Image

DIBLOKIR: Siswa sekolah berkendara di atara barisan truk tambang yang menutup jalan di Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

JawaPos.com - Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya untuk menghentikan jalur neraka di Parung Panjang dan sekitarnya setelah terjadi selama bertahun-tahun.

Cara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor adalah dengan membangun jalan khusus tambang. Pembangunannya akan dimulai pada tahun 2026 ini dengan melakukan pembebasan lahan membantang sepanjang 12 kilometer mulai dari Cigudeg hingga Rumpin.

Menurut Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan dana ratusan miliar untuk pembebasan lahan pembangunan jalan khusus tambang dalam ABPB 2026.

"Total anggarannya sekitar Rp 100 miliar sudah kita siapkan," kata Rudy Susmanto.

Anggaran dana sebesar itu sudah termasuk kegiatan melakukan land clearing, persiapan trase jalan, kerja bakti bersama TNI, dan lain-lain. Rudy Susmanto memastikan pembebasan lahan jalan khusus tambang ini harus tuntas 100 persen pada tahun 2026.

"Pembebasan lahan kami tidak menunggu 2027, harus tuntas di tahun 2026," tegas Rudy Susmanto di hadapan para pengusaha tambang di Pendopo Bupati Bogor.

Rudy mengimbau kepada para pengusaha tambang untuk terlibat berkontribusi terkait pembebasan lahan jalan khusus tambang. Dia tidak melihat besar kecilnya karena yang paling dibutuhkan adalah semangat kebersamaan.

"Alangkah bahagianya kalau perusahaan turut serta bersama-sama. Tidak perlu tuntas 100 persen (dibebaskan lahannya oleh pengusaha), tapi itu menunjukkan kebersamaan. Walaupun nyumbangnya 100 meter, tidak masalah," ungkap Rudy Susamanto.

Dalam video unggahan akun Instagram Sang Bupati, terlihat antusiasme para pengusaha tambang untuk ikut berpartisipasi dalam program penting pembebasan lahan jalan khsusus pertambangan di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin.

"Kita siap Pak. Tinggal instruksi gerak, gerak kita Pak," tutur salah satu pengusaha.

Menurut Rudy Susmanto, jalan khusus tambang saat ini sangat penting untuk memastikan ekosistem bisnis perusahaan pertambangan dapat berjalan dengan baik yang akan memberikan dampak positif pada perputaran roda ekonomi.

Dan yang lebih penting, jalan khusus tambang mendesak untuk dibangun supaya tidak ada lagi konflik antara pihak pengusaha pertambangan dengan warga, sebagaimana kerap terjadi di Parung Panjang dan sekitarnya selama bertahun-tahun.

“Karena itu, kami memutuskan membangun jalan khusus angkutan barang dan tambang agar tidak lagi bersinggungan dengan aktivitas warga,” tegas Rudy Susmanto.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore