Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Januari 2026, 00.48 WIB

Waspada! Kasus DBD di Jakarta Mulai Naik pada Awal 2026

Ilustrasi penanganan kasus DBD di RSUD Dr Soetomo. (Juliana Christy/JawaPos.com). - Image

Ilustrasi penanganan kasus DBD di RSUD Dr Soetomo. (Juliana Christy/JawaPos.com).

JawaPos.com - Memasuki awal tahun 2026, warga Jakarta diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat adanya tren kenaikan kasus yang cukup signifikan pada awal tahun ini.

Hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga minggu di bulan Januari, angka kasus sudah menyentuh ratusan. Kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi disinyalir menjadi pemicu utama perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menuturkan, grafik penularan menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan dengan akhir tahun lalu.

"Berdasarkan laporan data kasus di DKI Jakarta, kalau dilihat tren mingguan sudah ada kenaikan kasus apabila dibandingkan antara minggu 53 tahun 2025 (69 kasus) ke minggu ke 1 tahun 2026 (83 kasus), meskipun kenaikannya belum setinggi apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Januari 2025," ujar Ani, Selasa (20/1).

Hingga pertengahan Januari, jumlah warga yang terinfeksi terus bertambah. Ani menyebutkan bahwa update data kasus Tahun 2026 sampai tanggal 19 Januari sebanyak 143 kasus.

Waspada Genangan di Sampah dan Tanaman Hias

Peningkatan kasus ini tidak lepas dari faktor lingkungan, terutama saat memasuki musim penghujan. Selain curah hujan yang tinggi, keberadaan barang-barang di sekitar rumah yang luput dari pantauan menjadi risiko besar.

Menurut Ani, ada beberapa faktor krusial yang memicu ledakan populasi nyamuk saat ini.

"Sampah yang tidak dikelola dan tanaman hias tertentu yang dapat menampung air ditambah dengan tingginya curah hujan, dapat mengakibatkan banyaknya tempat-tempat penampungan air yang terbentuk, yang dapat menjadi tempat berkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sehingga meningkatkan populasi nyamuk," jelasnya.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama Puskesmas mulai melakukan langkah pencegahan dengan melibatkan peran aktif masyarakat dan petugas di lapangan.

Beberapa langkah strategis yang kini tengah digencarkan antara lain:

- Edukasi Masif: Sosialisasi PSN 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang) dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial.

- Kolaborasi Wilayah: Dinkes bekerja sama dengan Lurah dan Camat untuk memantau pelaksanaan PSN di lingkungan warga.

- Intensitas Jumantik: Frekuensi pemantauan jentik oleh petugas Jumantik kini ditingkatkan menjadi dua kali seminggu untuk memastikan tidak ada sarang nyamuk yang tersisa.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore