Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 April 2026, 03.25 WIB

Solidaritas untuk Andrie Yunus, Tolak Pelaku Diadili Secara Militer

Aksi solidaritas untuk Andrie Yunus. (Istimewa) - Image

Aksi solidaritas untuk Andrie Yunus. (Istimewa)

JawaPos.com - Dukungan kepada Aktivis KontraS, Andrie Yunus usai disiram air keras terus berdatangan. Kali ini warga bernama Eva Meliana Pasaribu menyampaikan solidaritasnya. Eva sendiri adalah anak dari mendiang wartawan Rico Sampurna Pasaribu yang tewas dibunuh bersama satu keluarga usai rumahnya di Kabupaten Karo, Sumatera Utara dibakar pada 2024.

Eva menyerukan kepada pihak Andrie agar tidak menyerah dalam mencari keadilan atas kejahatan yang dilakukan oknum TNI. Eva merasa sangat memahami kondisi Andrie karena pernah merasakan kehilangan ayah, ibu, adik dan anaknya dalam satu malam setelah rumahnya dibakar.

"Hidup Korban, jangan diam, jangan diam, lawan. Mata Andrie Adalah mata rakyat yang memperjuangkan keadilan," kata Eva dalam aksi damai di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

Eva menyampaikan, kemalangan yang menimpa keluarganya juga diduga ada keterlibatan oknum. Dia pun sampai saat ini masih berusaha mencari keadilan atas kehilangan keluarganya.

"Pada saat kejadian, bukan hanya ayah saya yang meninggal, tetapi ibu, adik, dan anak saya juga meninggal akibat peristiwa pembakaran rumah kami di Jalan Nabung Surbakti, Kabanjahe, pada tanggal 27 Juni 2024. Kami menduga kuat kematian empat orang keluarga saya ada keterlibatan oknum TNI yang sampai saat ini belum terungkap," imbuhnya. 

Melihat adanya kesamaan tersebut, Eva mendukung Andrie agar bisa melalui masa berat ini. Dia berharap keadilan bisa datang kepada korban.

"Sebagai orang yang pernah kehilangan seluruh keluarga saya, saya tahu persis bahwa korban tidak boleh dibiarkan sendirian. Keadilan tidak akan datang kalau kita diam. Kebenaran tidak akan muncul kalau kita takut. Dan negara tidak akan bertanggung jawab jika kita tidak menuntutnya," tegasnya. 

Eva meminta agar kasus Andrie Yunus diusut tuntas. Sehingga, bisa memberikan keadilan kepada korban.

"Ini harus diusut tuntas. Keadilan dan kebenaran tidak boleh lagi mati seperti api yang sudah mengambil anggota keluarga saya. Supaya tidak lagi ada orang yang berani yang dibungkam seperti ini. Saya mengutuk keras tindakan penyiraman yang terjadi kepada Bang Andrie," tandasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore