Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Desember 2025, 03.43 WIB

Orang yang Menghindari Pulang Kampung Saat Liburan Biasanya Memiliki 8 Pengalaman Masa Kecil Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menghindari pulang kampung saat liburan./Freepik/freepik - Image

seseorang yang menghindari pulang kampung saat liburan./Freepik/freepik

JawaPos.com - Bagi banyak orang, liburan identik dengan pulang kampung. Ada aroma masakan rumah, tawa keluarga, dan kenangan masa kecil yang kembali hidup.

Namun kenyataannya, tidak semua orang merasakan hal yang sama. Sebagian justru memilih tetap di kota, berlibur sendiri, atau mencari alasan agar tidak harus pulang.

Dalam psikologi, keputusan menghindari pulang kampung jarang muncul tanpa latar belakang emosional.

Sering kali, pilihan ini berakar pada pengalaman masa kecil yang membentuk cara seseorang memaknai rumah, keluarga, dan rasa aman.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (23/12), terdapat delapan pengalaman masa kecil yang menurut psikologi kerap dimiliki oleh orang-orang yang enggan pulang kampung saat liburan.

1. Rumah Tidak Pernah Menjadi Tempat yang Aman Secara Emosional

Bagi sebagian anak, rumah adalah tempat berlindung. Namun bagi yang lain, rumah justru menjadi sumber kecemasan. Pertengkaran orang tua, bentakan, atau suasana penuh ketegangan membuat anak tumbuh tanpa rasa aman emosional.

Saat dewasa, memori ini tidak hilang begitu saja. Pulang kampung bisa memicu kembali perasaan tidak nyaman, sehingga menghindarinya menjadi bentuk perlindungan diri yang tidak disadari.

2. Terbiasa Menyembunyikan Perasaan Sejak Kecil

Anak yang tumbuh di lingkungan di mana emosi dianggap lemah atau tidak penting, sering belajar untuk memendam perasaan. Menangis dianggap berlebihan, marah dinilai durhaka, dan sedih dianggap kurang bersyukur.

Akibatnya, ketika dewasa, interaksi keluarga terasa melelahkan karena menuntut kepura-puraan emosional. Pulang kampung berarti kembali memakai “topeng” lama yang ingin mereka tinggalkan.

3. Sering Dibandingkan dengan Orang Lain

“Lihat sepupumu, sudah sukses.”
“Kenapa kamu tidak bisa seperti anak tetangga?”

Pengalaman sering dibandingkan saat kecil dapat meninggalkan luka harga diri yang dalam. Saat liburan, momen pulang kampung sering berubah menjadi sesi evaluasi hidup yang tidak diminta.

Bagi mereka yang pernah mengalaminya, menghindari pulang kampung adalah cara menjaga kesehatan mental dari luka lama yang mudah terbuka kembali.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore