seseorang yang mudah tertidur./Freepik/freepik
JawaPos.com - Sebagian orang membutuhkan waktu lama untuk terlelap. Pikiran berputar, tubuh terasa tegang, dan jam terus berjalan.
Namun ada juga mereka yang hanya perlu beberapa menit setelah berbaring untuk langsung tertidur pulas.
Menariknya, menurut berbagai temuan dalam psikologi dan ilmu tidur, kemampuan ini sering kali bukan sekadar “bakat tidur”, melainkan cerminan dari kondisi mental dan emosional yang sehat.
Dalam kajian seperti yang dijelaskan oleh para ahli di American Psychological Association dan penelitian mengenai tidur di Harvard Medical School, kualitas tidur yang baik sering berkaitan erat dengan keseimbangan psikologis.
Baca Juga: Selalu Mengembalikan Troli Belanja Mereka ke Tempatnya, Memiliki 7 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi
Kecemasan adalah musuh utama tidur cepat. Individu yang mudah tertidur biasanya tidak memiliki kecenderungan overthinking yang berlebihan. Mereka mampu menghentikan alur pikiran yang tidak produktif sebelum tidur.
Dalam psikologi kognitif, kemampuan ini sering dikaitkan dengan kontrol atensi dan pengelolaan pikiran intrusif.
3. Kemampuan Melepaskan Kontrol
Tidak semua hal bisa dikendalikan. Orang yang cepat tertidur umumnya memiliki penerimaan yang baik terhadap hal-hal di luar kendali mereka. Mereka tidak terus-menerus memutar ulang kejadian hari itu atau mencemaskan hari esok.
Sikap ini sering dikaitkan dengan tingkat penerimaan (acceptance) yang tinggi dalam pendekatan psikologi modern.
4. Rutinitas yang Konsisten
Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian. Orang yang mudah tertidur biasanya memiliki jadwal tidur yang relatif konsisten. Mereka memberi sinyal yang jelas kepada tubuh kapan waktunya beristirahat.
Konsistensi ini melatih otak untuk mengasosiasikan tempat tidur dengan tidur, bukan dengan scrolling ponsel atau bekerja.
5. Kepercayaan Diri yang Stabil
Orang dengan rasa percaya diri yang stabil cenderung tidak membawa terlalu banyak keraguan ke tempat tidur. Mereka tidak terus-menerus mengkritik diri sendiri atas kesalahan kecil.
Self-compassion atau welas asih terhadap diri sendiri membantu pikiran lebih damai di malam hari.
6. Kemampuan Mengatur Stres
Stres memang tidak bisa dihindari, tetapi bisa dikelola. Orang yang bisa tertidur cepat biasanya memiliki strategi coping yang sehat: olahraga, journaling, meditasi, atau berbicara dengan orang terpercaya.
Penelitian tentang manajemen stres menunjukkan bahwa tubuh yang tidak berada dalam mode “fight or flight” lebih mudah memasuki fase relaksasi yang dibutuhkan untuk tidur.
7. Batasan yang Sehat dalam Hidup
Mereka tahu kapan harus berhenti bekerja. Mereka tidak membawa beban pekerjaan ke ranjang. Batasan (boundaries) yang sehat antara kehidupan pribadi dan profesional sangat berpengaruh terhadap kualitas tidur.
Orang yang tidak memiliki batasan sering kali tetap terstimulasi secara mental meski tubuh sudah lelah.
8. Kondisi Fisik yang Relatif Sehat
Kesehatan fisik dan kesehatan mental saling berkaitan. Aktivitas fisik yang cukup, paparan sinar matahari, dan pola makan yang seimbang membantu tubuh memproduksi hormon melatonin secara optimal.
Tubuh yang lelah secara sehat (bukan kelelahan stres) akan lebih mudah tertidur.
9. Rasa Aman Secara Psikologis
Yang paling mendasar: rasa aman. Ketika seseorang merasa aman secara emosional dan lingkungan, sistem sarafnya lebih mudah memasuki kondisi istirahat.
Rasa aman ini bisa berasal dari hubungan yang stabil, kondisi finansial yang relatif terkelola, atau keyakinan batin bahwa hidupnya berada di jalur yang bisa ia hadapi.
Kesimpulan
Mampu tertidur dalam beberapa menit bukan hanya soal kelelahan fisik. Ini sering kali menjadi indikator keseimbangan psikologis yang baik. Regulasi emosi, manajemen stres, penerimaan diri, dan rutinitas yang konsisten adalah fondasi utamanya.
Jika Anda termasuk orang yang butuh waktu lama untuk tidur, jangan berkecil hati. Kabar baiknya, sebagian besar dari sembilan kekuatan ini bisa dilatih. Dengan kebiasaan yang tepat dan kesadaran diri yang berkembang, kualitas tidur pun bisa meningkat.
