seseorang yang lebih menua sendirian (Freepik/rawpixel.com)
JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak perempuan menghadapi perubahan besar dalam hidupnya. Setelah puluhan tahun menjadi pusat keluarga—mengurus rumah, membesarkan anak, dan menjaga keharmonisan—sebagian dari mereka justru perlahan merasa kehilangan tempat di rumahnya sendiri.
Fenomena ini dalam psikologi sering dikaitkan dengan perasaan invisibility, yaitu kondisi ketika seseorang merasa keberadaannya tidak lagi dianggap penting oleh orang-orang di sekitarnya. Bagi perempuan lanjut usia, pengalaman ini bisa sangat menyakitkan karena terjadi di tempat yang seharusnya paling aman: rumah.
Tanpa disadari, ada tanda-tanda halus namun memilukan yang menunjukkan bahwa seorang perempuan lanjut usia mulai merasa “tak terlihat” di rumahnya sendiri.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh tanda yang sering dibahas dalam kajian psikologi keluarga.
1. Pendapatnya Jarang Lagi Ditanyakan
Dulu, ia adalah orang yang sering dimintai nasihat. Mulai dari urusan rumah tangga, pendidikan anak, hingga keputusan keluarga.
Namun seiring waktu, keputusan mulai diambil tanpa melibatkannya.
Dalam psikologi keluarga, diabaikannya suara seseorang secara konsisten dapat menimbulkan perasaan kehilangan peran. Ketika pendapat tidak lagi dihargai, seseorang mulai merasa dirinya tidak lagi relevan dalam kehidupan keluarga.
