
seseorang yang terbiasa menyentuh barang di toko./Freepik/KSerg
JawaPos.com - Ketika seseorang berjalan di dalam toko, ada berbagai kebiasaan kecil yang sering dilakukan tanpa disadari. Ada yang langsung fokus mencari barang yang dibutuhkan, ada yang sekadar melihat-lihat, dan ada pula yang berjalan sambil menyentuh hampir setiap barang di rak dengan ujung jari mereka.
Sekilas kebiasaan ini terlihat sepele. Namun dalam psikologi perilaku, tindakan kecil seperti menyentuh benda bisa memberikan petunjuk tentang cara seseorang memproses informasi, merasakan lingkungan, dan mengambil keputusan. Sentuhan adalah salah satu cara manusia berinteraksi dengan dunia di sekitarnya.
Dilansir dari Silicon Canals pada Sabtu (14/3), menurut berbagai kajian psikologi perilaku dan konsumen, orang yang sering menyentuh barang saat berjalan di toko sering kali memiliki beberapa karakteristik kepribadian tertentu.
Berikut enam kepribadian yang sering dikaitkan dengan kebiasaan tersebut.
1. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
Salah satu ciri paling umum adalah rasa ingin tahu yang kuat. Orang yang menyentuh barang cenderung ingin memahami sesuatu secara lebih mendalam, bukan hanya melihatnya.
Bagi mereka, melihat saja belum cukup. Mereka ingin merasakan tekstur, berat, atau bentuk suatu benda untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.
Dalam psikologi, hal ini sering berkaitan dengan sifat eksploratif, yaitu kecenderungan untuk mempelajari lingkungan dengan aktif. Orang seperti ini biasanya juga suka mencoba hal baru, mengeksplorasi tempat baru, dan mempelajari pengalaman yang berbeda.
2. Memproses Informasi Melalui Indra
Sebagian orang lebih mudah memahami sesuatu melalui pengalaman sensorik. Mereka tidak hanya menggunakan penglihatan, tetapi juga sentuhan.
Individu dengan gaya ini sering disebut memiliki gaya belajar kinestetik. Mereka merasa lebih nyaman ketika bisa berinteraksi langsung dengan objek fisik.
Itulah sebabnya mereka sering menyentuh barang di toko—bukan karena tidak sabar, tetapi karena otak mereka memproses informasi dengan cara tersebut.
3. Lebih Terhubung dengan Lingkungan Sekitar
Kebiasaan menyentuh benda juga menunjukkan bahwa seseorang cukup sadar terhadap lingkungan. Mereka memperhatikan detail yang mungkin diabaikan orang lain.
Alih-alih berjalan dengan cepat, mereka menikmati pengalaman berada di tempat tersebut. Mereka melihat, merasakan, dan memperhatikan berbagai hal di sekitar mereka.
Orang seperti ini sering kali memiliki kemampuan observasi yang baik dan lebih peka terhadap perubahan kecil di lingkungan.
4. Cenderung Impulsif dalam Mengambil Keputusan
Dalam psikologi konsumen, menyentuh produk dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk membelinya. Ketika seseorang menyentuh barang, otak mulai merasa memiliki hubungan dengan objek tersebut.
Fenomena ini dikenal sebagai “endowment effect”, yaitu kecenderungan manusia untuk menilai sesuatu lebih tinggi ketika merasa sudah memiliki atau berinteraksi langsung dengannya.
Karena itu, orang yang sering menyentuh barang juga kadang lebih mudah melakukan pembelian spontan.
5. Memiliki Imajinasi yang Aktif
Ketika seseorang memegang sebuah benda, otak sering kali mulai membayangkan bagaimana benda itu digunakan.
Misalnya saat memegang sebuah gelas, mereka mungkin membayangkan menggunakannya di rumah. Ketika menyentuh pakaian, mereka mungkin membayangkan mengenakannya di suatu acara.
Kemampuan untuk membayangkan penggunaan benda menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki imajinasi yang aktif dan sering memvisualisasikan pengalaman.
6. Mencari Kenyamanan Emosional
Sentuhan adalah salah satu bentuk interaksi manusia yang paling dasar. Bahkan sejak bayi, manusia belajar memahami dunia melalui sentuhan.
Beberapa orang secara alami menggunakan sentuhan sebagai cara untuk merasa lebih nyaman dan terhubung dengan lingkungan.
Ketika mereka berjalan di toko sambil menyentuh barang, itu bisa menjadi bentuk kecil dari self-soothing behavior—perilaku sederhana yang membantu tubuh merasa lebih tenang dan rileks.
Penutup
Kebiasaan kecil seperti menyentuh barang di toko mungkin terlihat tidak berarti. Namun dalam psikologi, tindakan sederhana sering kali memberikan gambaran tentang cara seseorang berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan dunia.
Orang yang melakukan kebiasaan ini biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, gaya belajar kinestetik, perhatian terhadap lingkungan, kecenderungan impulsif, imajinasi aktif, serta kebutuhan akan pengalaman sensorik.
