Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Maret 2026, 19.40 WIB

Sering Merasa Gugup saat Minum Kopi, Jangan-jangan Kamu Punya 7 Ciri Psikologis Ini

Ciri Psikologis Orang yang Merasa Cemas dan Gugup Saat Minum Kopi. (Freepik) - Image

Ciri Psikologis Orang yang Merasa Cemas dan Gugup Saat Minum Kopi. (Freepik)

JawaPos.com - Tak semua orang dapat minum kopi. Minuman favorit yang banyak dicari orang untuk memulai hari dengan energi dan fokus ini dapat memiliki efek yang berbeda untuk orang lain.

Bagi sebagian orang, kopi dapat menjerumuskan mereka ke dalam kecemasan dan kegelisahan. Semuanya tergantung pada karakter psikologis unik setiap orang. Orang-orang ini bahkan dapat merasa gelisah hanya dengan mencium aromanya.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh ciri psikologis orang yang merasa cemas dan gugup saat minum kopi.

1. Sensitivitas terhadap stimulan

Bagi banyak orang, kopi adalah dorongan energi yang mendorong mereka bangun dari tempat tidur di pagi hari. Namun, bagi sebagian orang, stimulan yang sama dapat memicu datangnya kecemasan dan kegugupan.

Hal ini sering kali disebabkan oleh meningkatnya kepekaan terhadap kafein, hal yang tidak jarang terjadi. Faktanya, itu adalah sifat yang terkait dengan susunan genetik kita. Beberapa orang memang lebih sensitif terhadap stimulan dibandingkan yang lain.

Jika Anda merasa gelisah setelah menyesap satu atau dua teguk kopi, hal itu mungkin disebabkan tubuh Anda memetabolisme kafein secara berbeda dibandingkan orang lain.

Sistem tubuh Anda mungkin memprosesnya lebih lambat, yang menyebabkan peningkatan detak jantung, kegelisahan, dan perasaan cemas.

2. Cenderung berpikir berlebihan

Mereka mungkin orang yang sering kali terbangun di malam hari dengan pikiran yang penuh. Mereka tidak dapat beristirahat dan bersantai dengan tenang. Psikolog mengatakan ini adalah sifat umum di antara mereka yang mengalami kecemasan.

Sekarang, gabungkan pikiran berlebihan dengan kafein. Kopi merangsang sistem saraf pusat dan dapat meningkatkan kewaspadaan mental. Ini mungkin terdengar bagus, tetapi bagi seorang pemikir berlebihan, ini dapat berubah menjadi maraton pikiran dan skenario terburuk.

Tidak perlu benar-benar berhenti minum kopi, yang penting adalah memahami sifat Anda dan membuat penyesuaian kecil demi kesejahteraan Anda.

3. Tingkat neurotisisme yang tinggi

Neurotisisme merupakan sifat psikologis yang ditandai oleh ketidakstabilan emosi, kecemasan, suasana hati yang buruk, dan kecenderungan stres. Ini adalah salah satu dari 'Lima Besar' ciri kepribadian yang diterima secara luas dalam psikologi, bersama dengan sifat ekstrovert, sifat mudah bergaul, sifat teliti, dan sifat terbuka.

Mereka yang memiliki tingkat neurotisme tinggi sering kali mengalami respons yang meningkat terhadap stres dan dapat lebih rentan terhadap perasaan khawatir dan takut. Sekarang, tambahkan secangkir kopi kental ke dalam campuran ini.

Kafein dapat memperkuat perasaan ini, membuat seseorang merasa lebih cemas dan gelisah. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki neurotisme tinggi juga lebih cenderung mengonsumsi kafein, mungkin sebagai cara untuk mengatur suasana hati atau tingkat energi mereka.

4. Kepribadian introvert

Introvert, secara alami, cenderung lebih peka terhadap lingkungan dan rangsangannya. Mereka tumbuh subur di lingkungan yang tenang dan sunyi dan sering kali kewalahan dengan terlalu banyak aktivitas atau kebisingan.

Sekarang, bayangkan ini: Seorang introvert menyeruput secangkir kopi kental. Kafein akan mengaktifkan sistem mereka, yang mungkin membuat mereka merasa lebih waspada dan sensitif. Meningkatnya kepekaan ini kadang kala dapat menimbulkan perasaan gelisah dan cemas.

Penting untuk diingat bahwa menjadi seorang introvert belum tentu merupakan hal buruk. Jika Anda seorang introvert yang menyukai kopi tetapi membenci rasa gelisah yang ditimbulkannya, pertimbangkan untuk menyesuaikan asupan Anda.

Mungkin campuran kafein rendah atau tanpa kafein bisa jadi pilihan yang tepat. Semuanya tentang menemukan apa yang paling cocok untuk Anda.

5. Riwayat gangguan kecemasan

Mereka yang memiliki riwayat gangguan kecemasan sering kali lebih rentan terhadap efek stimulasi kafein. Hal itu dapat memperburuk gejala yang sudah ada, membuat Anda merasa lebih gelisah, gugup, atau gelisah.

Sangat penting untuk memahami bagaimana tubuh Anda merespons kafein, terutama jika Anda menghadapi gangguan kecemasan. Perubahan kecil sering kali dapat menghasilkan peningkatan signifikan pada kesehatan mental Anda.

6. Rentan stres

Rentan terhadap stres merupakan sifat yang dimiliki oleh banyak orang di antara kita. Dalam dunia yang serba cepat, stres telah menjadi teman setia bagi banyak orang. Sekarang, bayangkan menambahkan stimulan seperti kopi ke dalam campuran tersebut.

Kafein dapat menyebabkan tubuh kita memproduksi lebih banyak kortisol, hormon yang dilepaskan sebagai respons terhadap stres. Bagi mereka yang memang sudah rentan terhadap stres, hal ini dapat menyebabkan keadaan terstimulasi secara berlebihan, sehingga menimbulkan perasaan cemas dan gelisah.

Ini seperti menambahkan bahan bakar ke api. Kafein dalam kopi dapat memicu respons stres, membuat Anda merasa lebih gelisah.

7. Kepribadian yang tegang

Orang yang tegang sering digambarkan sebagai orang yang reaktif, intens, atau terlalu sensitif. Mereka cenderung bereaksi keras terhadap situasi dan kadang-kadang sulit untuk rileks atau menenangkan diri.

Kafein dapat meningkatkan karakteristik ini. Kafein merupakan stimulan yang memicu respons melawan atau lari, meningkatkan kewaspadaan dan tingkat energi.

Bagi seseorang yang sudah tegang, hal ini dapat menimbulkan perasaan cemas dan gelisah.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore