Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 April 2026, 06.39 WIB

Jika Anda Sering Merasa Canggung dalam Percakapan Kelompok, Anda Mungkin Melakukan 7 Hal Ini Tanpa Disadari Menurut Psikologi

seseorang yang canggung dalam percakapan kelompok./Freepik/dragonimages - Image

seseorang yang canggung dalam percakapan kelompok./Freepik/dragonimages

JawaPos.com - Pernah merasa tidak nyaman saat berada dalam percakapan kelompok? Anda ingin ikut terlibat, tetapi entah kenapa rasanya sulit untuk masuk, takut salah bicara, atau justru merasa diabaikan. Jika ini sering terjadi, Anda tidak sendirian.

Banyak orang mengalami hal serupa, dan menariknya, psikologi menjelaskan bahwa rasa canggung ini sering kali berasal dari kebiasaan kecil yang tidak kita sadari.

Dilansir dari Expert Editor pada MInggu (29/3), terdapat tujuh hal yang mungkin Anda lakukan tanpa sengaja yang bisa membuat Anda terasa canggung dalam percakapan kelompok.

1. Terlalu Memikirkan Apa yang Akan Dikatakan

Salah satu penyebab utama kecanggungan adalah overthinking. Anda mungkin terus-menerus menyusun kalimat di kepala, mencoba membuatnya terdengar sempurna sebelum berbicara.

Masalahnya, percakapan kelompok bergerak cepat. Saat Anda masih berpikir, topik sudah berubah. Akibatnya, Anda kehilangan momen untuk berkontribusi, dan akhirnya memilih diam.

Menurut psikologi, ini disebut sebagai “analysis paralysis”—terlalu banyak berpikir hingga akhirnya tidak bertindak.

2. Terlalu Fokus pada Diri Sendiri

Ketika merasa canggung, perhatian Anda sering beralih ke dalam diri:

“Apakah aku terlihat aneh?”
“Apakah mereka menilai aku?”
“Apa yang harus aku lakukan dengan tanganku?”

Padahal, orang lain biasanya tidak terlalu memperhatikan Anda sedetail itu.

Psikologi menyebut ini sebagai spotlight effect, yaitu kecenderungan merasa bahwa orang lain memperhatikan kita lebih dari kenyataannya. Fokus berlebihan ini justru membuat Anda semakin kaku dan sulit berinteraksi secara alami.

3. Takut Mengganggu atau Menyela

Anda mungkin menunggu momen “sempurna” untuk berbicara—saat tidak ada yang berbicara atau saat benar-benar diberi kesempatan.

Namun, dalam percakapan kelompok, interupsi ringan itu normal. Orang-orang sering saling menyela dengan cara yang tetap sopan.

Jika Anda terlalu menahan diri:

Anda jadi jarang berbicara
Orang lain mengira Anda tidak tertarik
Anda makin merasa terasing
4. Memberi Respons yang Terlalu Singkat

Ketika akhirnya berbicara, Anda mungkin hanya memberikan jawaban singkat seperti:

“Iya”
“Oh gitu”
“Menarik”

Meskipun tidak salah, respons seperti ini tidak membuka ruang untuk percakapan lebih lanjut.

Dalam psikologi komunikasi, ini disebut sebagai closed response, yang cenderung menghentikan alur interaksi. Sebaliknya, percakapan yang lancar membutuhkan respons yang mengundang kelanjutan.

5. Bahasa Tubuh yang Tertutup

Tanpa sadar, tubuh Anda mungkin menunjukkan tanda-tanda tidak nyaman:

Menyilangkan tangan
Menghindari kontak mata
Melihat ponsel
Duduk agak menjauh

Bahasa tubuh seperti ini bisa memberi sinyal bahwa Anda tidak ingin terlibat, meskipun sebenarnya Anda ingin.

Psikologi sosial menunjukkan bahwa komunikasi nonverbal sering kali lebih kuat daripada kata-kata. Orang lain mungkin merespons energi yang Anda tampilkan, bukan niat Anda.

6. Terlalu Cepat Menilai Diri Sendiri

Setelah berbicara, Anda mungkin langsung berpikir:

“Kenapa aku ngomong itu?”
“Pasti mereka menganggapku aneh”
“Aku salah bicara lagi”

Padahal, kemungkinan besar orang lain tidak memikirkannya sama sekali.

Kebiasaan ini dikenal sebagai self-criticism bias, di mana kita menilai diri sendiri jauh lebih keras dibanding orang lain. Ini membuat Anda semakin tidak percaya diri untuk berbicara lagi.

7. Tidak Mengikuti Alur Emosi Percakapan

Percakapan kelompok bukan hanya tentang informasi, tapi juga tentang emosi:

Tertawa bersama
Menunjukkan antusiasme
Bereaksi terhadap cerita

Jika Anda terlalu fokus pada “apa yang harus dikatakan”, Anda bisa kehilangan sisi emosional ini.

Akibatnya, Anda terasa “tidak nyambung” meskipun sebenarnya memahami topiknya. Psikologi menyebut ini sebagai kurangnya emotional attunement, yaitu kemampuan menyelaraskan diri dengan suasana sosial.

Bagaimana Mengatasinya?

Kabar baiknya, semua kebiasaan ini bisa diperbaiki. Berikut beberapa langkah sederhana:

Fokus pada orang lain, bukan diri sendiri
Berani berbicara meski belum sempurna
Gunakan respons yang membuka percakapan
Latih bahasa tubuh yang lebih terbuka
Kurangi kebiasaan mengkritik diri sendiri

Yang terpenting, ingat bahwa percakapan adalah keterampilan—bukan bakat bawaan. Semakin sering Anda berlatih, semakin alami rasanya.

Penutup

Merasa canggung dalam percakapan kelompok bukan berarti Anda tidak pandai bersosialisasi. Sering kali, itu hanya hasil dari kebiasaan kecil yang tidak kita sadari.

Dengan memahami pola-pola ini dari sudut pandang psikologi, Anda bisa mulai mengubah cara Anda berinteraksi—perlahan tapi pasti.

Dan siapa tahu, suatu hari nanti, Anda bukan lagi orang yang merasa canggung… tapi justru jadi salah satu yang membuat percakapan terasa hidup.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore