
ilustrasi orang yang berbohong. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Setiap orang punya sisi terang dan gelap dalam kepribadiannya. Namun, kebiasaan buruk yang terus diulang bisa berkembang menjadi karakter gelap yang memengaruhi diri sendiri dan orang di sekitar.
Psikologi menjelaskan, kebiasaan bukan sekadar tindakan sehari-hari, tapi juga mencerminkan nilai, rasa tidak aman, hingga potensi manipulatif. Beberapa kebiasaan tampak ringan, tapi jika konsisten, dampaknya bisa serius.
Berikut delapan kebiasaan buruk yang menurut penelitian psikologi menandakan seseorang mungkin memiliki sisi gelap dalam karakternya.
1. Manipulasi secara terselubung
Seseorang dengan karakter gelap seringkali menggunakan manipulasi sebagai cara untuk mendapat apa yang dia inginkan—tanpa peduli bagaimana perasaan orang lain.
Manipulasi bisa dalam bentuk membelokkan fakta, memanfaatkan rasa kasihan, atau memainkan emosi agar lawan bicara merasa bersalah.
Misalnya, dia mengatakan suatu pernyataan yang akhirnya membuat orang lain merasa bahwa itu adalah kesalahan mereka sendiri atau bahwa dia “kurang diperhatikan.”
Atau, memutarbalikkan kata-kata (“gaslighting”) supaya si korban mulai meragukan realitas atau penilaian mereka sendiri.
Psikologi mengatakan bahwa manipulasi ini tidak selalu terang-terangan. Ia bisa lembut, sopan, “merayu” agar simpati.
Tapi efeknya sama: korban merasa kehilangan kendali atas diri dan pikirannya.
