
Ilustrasi seekor lebah yang sengatannya dapat digunakan untuk terapi. (Freepik)
JawaPos.com - Terapi sengatan lebah adalah metode pengobatan alternatif yang memanfaatkan sengatan lebah madu atau ekstrak racunnya untuk tujuan kesehatan. Di dalam terapi ini, lebah dibiarkan menyengat bagian tubuh tertentu atau racunnya (apitoxin) disuntikkan dalam dosis terkontrol.
Sebagian masyarakat meyakini terapi ini dapat meredakan penyakit tertentu seperti radang sendi atau yang disebut juga rheumatoid arthritis. Pada dunia medis, terapi sengatan lebah memiliki nama lain yaitu apitherapy.
Kandungan Zat dalam Sengatan Lebah
Lebah menyuntikkan racunnya melalui sengatan saat merasa terganggu, berupa cairan bening yang bersifat asam. Menurut HelloSehat, racun sengatan lebah mengandung sejumlah senyawa penting seperti melittin dan apamin, yang dikenal memiliki efek antiinflamasi.
Selain itu, racun lebah juga mengandung Mast Cell Degranulating (MCD) peptide, adolapin, phospholipase A2, dan hyaluronidase. Beragam komponen ini berkontribusi terhadap efek biologis dari racun tersebut. Karena itu pula, terapi sengatan lebah kerap dimanfaatkan untuk membantu meredakan nyeri otot, nyeri sendi, serta beberapa kondisi peradangan lainnya.
Manfaat Terapi Sengatan Lebah
Sengatan lebah memiliki beragam senyawa kimia yang diketahui bersifat antiradang. Mengutip Alodokter, sejumlah penelitian telah meneliti potensi terapi sengatan lebah dalam membantu penanganan berbagai penyakit. Beberapa manfaat yang ditemukan antara lain:
1. Alergi
Terapi sengatan lebah diduga dapat menurunkan respons kekebalan tubuh pada penderita alergi, termasuk alergi terhadap sengatan lebah itu sendiri. Selain itu, metode ini juga dipercaya mampu meredakan peradangan pada penderita asma.
Namun, hingga kini masih belum tersedia bukti klinis yang kuat yang dapat memastikan efektivitas terapi sengat lebah sebagai pengobatan alergi secara umum.
2. Rheumatoid arthritis
Beberapa studi menunjukkan bahwa terapi sengatan lebah dapat membantu meredakan pembengkakan, nyeri, dan radang sendi pada penderita rheumatoid arthritis. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa penggunaan obat untuk mengatasi gejala penyakit ini yang dikombinasikan dengan terapi sengat lebah tampak efektif dalam menurunkan risiko kekambuhan.
3. Lupus
Studi pada hewan menunjukkan bahwa terapi sengat lebah dapat secara signifikan menurunkan peradangan pada ginjal yang disebabkan oleh lupus. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk memastikan manfaat tersebut.
