
Ramen, hidangan khas Jepang berupa mi dengan kuah yang kaya rasa. (Japan Food Guide)
JawaPos.com - Ramen dikenal sebagai hidangan khas Jepang yang umumnya terdiri dari mi, kuah dengan cita rasa yang kaya, serta beragam topping seperti daging, sayuran, hingga telur rebus. Hidangan ini dianggap sebagai makanan cepat saji di Jepang, karena banyak dijual di restoran kecil hingga pedagang kaki lima.
Sejarah Singkat Ramen
Dilansir dari The Ramen Bowl, ramen memiliki sejarah yang berkaitan dengan Tiongkok. Penggunaan mi gandum diperkirakan mulai diperkenalkan ke Jepang pada akhir abad ke-19. Istilah “ramen” sendiri diyakini berasal dari kata dalam bahasa Mandarin “lamian” yang berarti “mi yang ditarik dengan tangan”.
Namun, bentuk ramen modern berkembang setelah Perang Dunia II ketika pasokan tepung gandum dan daging dari Amerika meningkat pesat. Pada masa tersebut, kedai ramen muncul di berbagai penjuru Jepang sebagai makanan yang terjangkau dan mengenyangkan. Seiring waktu, ramen menjadi ikon kuliner Jepang yang mencerminkan kreativitas, inovasi, dan identitas budaya negara tersebut.
Jenis-Jenis Utama Ramen
Dikutip dari San J, ramen umumnya dikategorikan berdasarkan kuah yang digunakan. Empat jenis ramen yang paling populer diantaranya, Shoyu, yaitu ramen tertua dengan kuah yang berbahan dasar kecap asin. Rasanya gurih dengan bahan tambahan seperti kecap, ayam, babi, hingga mirin.
Selanjutnya Shio, varian ramen dengan kuah bening yang diberi garam. Walaupun topping-nya bervariasi, ciri khasnya terletak pada kuah asinnya yang ringan. Ada pula Miso yang menggunakan pasta miso sebagai bahan utama kuah, dicampur dengan daging cincang, sayuran, dan kaldu ayam. Miso ramen terkenal dengan rasa umami-nya yang kuat. Terakhir, Tonkotsu, ramen dengan kuah creamy yang berasal dari tulang babi yang dimasak lama.
Komponen Utama dalam Semangkuk Ramen
Menurut Crafty Ramen, ramen modern hadir dengan kombinasi bahan yang beragam, namun tetap memiliki elemen utama yang cenderung sama.
Pertama, Mi ramen yang terbuat dari tepung gandum, air, dan kansui. Kemudian, kuah ramen yang menjadi elemen terpenting dalam menentukan karakter ramen, baik berbahan dasar ayam, babi, seafood, hingga miso. Komponen terakhir yaitu topping, seperti chashu (irisan daging babi), telur rebus (ajitsuke tamago), rumput laut (nori), daun bawang, hingga menma (rebung fermentasi) yang memberikan kompleksitas rasa dan tekstur dari ramen.
Apakah Ramen Baik untuk Kesehatan?
Jika dikonsumsi dalam porsi seimbang, ramen dapat menjadi hidangan yang mengenyangkan dan bergizi berkat kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak. Kuah ramen memberikan sensasi hangat dan kaya rasa, sementara topping-nya dapat disesuaikan agar lebih bernutrisi, misalnya dengan penambahan sayuran dan protein.
Beberapa varian ramen kekinian, seperti Chicken Tantanmen, bahkan dapat mengandung hingga 27 gr protein per porsi. Dengan bahan-bahan pilihan, ramen tidak hanya lezat tetapi juga dapat menjadi makanan dengan gizi seimbang (*)
