
Ilustrasi seseorang yang sedang melihat layar ponsel di tempat tidur dengan wajah lelah, padahal lampu kamar sudah dimatikan. (Freepik)
JawaPos.com - Banyak orang menghadapi masalah sulit tidur nyenyak, padahal tidur adalah bagian penting dari kesehatan mental dan fisik.
Sering kali, akar masalah ini tidak terletak pada tempat tidur itu sendiri, melainkan pada kebiasaan yang dilakukan sebelum tidur. Kebiasaan malam yang tampaknya sepele justru secara diam-diam dapat mengganggu kemampuan otak dan tubuh untuk beristirahat.
Ini adalah kebiasaan yang lebih dalam dan sering tidak disadari yang secara diam-diam mengganggu kemampuan Anda untuk bersantai.
Melansir dari Geediting.com, dengan mengidentifikasi tujuh kebiasaan buruk ini, Anda dapat mulai menciptakan rutinitas malam yang lebih mendukung tidur berkualitas. Membangun "pendaratan yang lembut" sebelum tidur adalah langkah awal yang paling penting.
1. Langsung Beralih dari Stimulasi ke Keheningan
Banyak orang berharap pikiran mereka langsung mati setelah seharian beraktivitas yang padat dan serba cepat. Anda tidak bisa langsung beralih dari pekerjaan berat atau scrolling media sosial ke tidur secara instan. Ini adalah kebiasaan yang secara umum tidak berhasil sama sekali.
Yang membantu adalah membangun jeda, seperti meredupkan lampu atau melakukan peregangan ringan. Ini memberitahu tubuh bahwa hari sudah selesai dan waktunya untuk bersantai.
2. Menjadikan Kamar Tidur sebagai Ruang "Aktivitas" Lain
Jika tubuh Anda mengasosiasikan tempat tidur dengan kegiatan seperti membalas email atau menonton film, hubungan antara tempat tidur dan tidur akan hilang. Menggunakan kamar tidur untuk aktivitas selain istirahat membuat pikiran Anda terus bekerja. Pikiran tidak akan bisa mati secara otomatis saat berbaring.
Coba tetapkan batasan lebih jelas, seperti tidak menggunakan laptop di tempat tidur. Gunakan aroma menenangkan seperti lavender untuk memberi sinyal waktu istirahat yang tepat.
3. Memproses Hari Terlalu Larut
Menunda pemikiran dan kekhawatiran yang tersisa sepanjang hari hingga Anda berada di tempat tidur adalah kebiasaan yang merusak. Ini membuat pikiran Anda sibuk bekerja persis saat Anda harus bersantai. Waktu tidur bukanlah momen yang tepat untuk menganalisis masalah Anda.
Anda bisa mencoba menjadwalkan "pembersihan mental" setelah makan malam. Luangkan sepuluh menit untuk memikirkan kekhawatiran yang tersisa dan menyelesaikannya.
4. Menganggap Layar Gawai sebagai "Teman" yang Tidak Berbahaya
Cahaya biru dari gawai akan menipu otak Anda dan menunda pelepasan melatonin, hormon tidur yang sangat penting. Perangkat seperti smartphone dan tablet adalah perusak tidur yang umum dan parah. Paparan cahaya ini akan membuat Anda lebih sulit untuk jatuh tertidur.
