Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 November 2025, 21.17 WIB

Panduan Intermittent Fasting untuk Pemula: Metode Aman, Efektif, dan Tips agar Tidak Cepat Lemas

Ilustrasi pola makan yang diatur dalam metode intermittent fasting (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Intermittent fasting atau puasa intermiten adalah pola makan yang mengatur waktu makan dan berpuasa secara bergantian dalam periode tertentu. Berbeda dengan diet yang membatasi jenis makanan, intermittent fasting lebih menekankan pada kapan seseorang makan, bukan apa yang dimakan. 

Tujuan utama dari metode ini adalah untuk memberikan waktu bagi tubuh agar dapat beristirahat dari proses pencernaan, sehingga metabolisme dapat bekerja lebih efisien. Selain itu, metode ini juga menawarkan beragam manfaat bagi kesehatan, seperti membantu menurunkan berat badan, mengurangi kadar kolesterol jahat, serta menstabilkan tekanan darah. 

Pilihan Metode Intermittent Fasting

Dikutip dari Halodoc, terdapat beberapa metode intermittent fasting yang populer antara lain adalah metode 16/8. Pada metode ini seseorang diharuskan untuk puasa 16 jam dan makan dalam kurun waktu 8 jam.

Berikutnya, ada metode 5:2 yaitu ketika seseorang diperbolehkan makan normal selama lima hari. Namun, membatasi asupan kalori sekitar 500-600 kkal selama dua hari dalam seminggu.

Terakhir ada metode eat-stop-eat, metode ini dilakukan dengan berpuasa selama 24 jam penuh sebanyak satu hingga dua hari dalam seminggu. Cara ini cukup berat dan umumnya kurang disarankan bagi pemula.

Panduan Intermittent Fasting bagi Pemula

Sebelum memulai, sebaiknya pahami terlebih dahulu langkah-langkah dasarnya agar tubuh dapat menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan. Tanpa persiapan yang benar, metode ini justru bisa menyebabkan tubuh terasa lemas.

Dikutip dari Alodokter, berikut panduan menjalani intermittent fasting bagi pemula agar dapat dilakukan dengan aman dan memberikan hasil yang optimal.

1. Pilih Metode Intermittent Fasting yang Sesuai

Bagi pemula, disarankan memulai intermittent fasting dengan pola yang ringan dan mudah diikuti seperti metode fleksibel 12/12. Pada metode ini, kamu akan berpuasa selama 12 jam dan menggunakan 12 jam sisanya untuk makan. 

Pola ini lebih mudah serta membantu tubuh menyesuaikan diri tanpa merasa terlalu lapar atau lemas. Setelah terbiasa, kamu dapat beralih ke metode yang sebenarnya yaitu metode 16/8.

2. Perhatikan Asupan Cairan untuk Tubuh 

Saat menjalani intermittent fasting, kamu tetap boleh mengonsumsi minuman tanpa kalori seperti air putih, teh tanpa pemanis atau kopi tanpa gula. Menjaga asupan cairan sangat penting agar tubuh tidak mudah lelah atau pusing selama menjalani proses ini.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore