
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin menemui Jaksa Agung, ST Burhanuddin. (Istimewa)
JawaPos.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan optimalisasi pengelolaan aset serta pengembangan layanan. Kali ini KAI menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memastikan segala bentuk pengembangan produk tidak menyalahi hukum.
Terkait dengan itu, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin menemui langsung Jaksa Agung, ST Burhanuddin di gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Senin (9/3).
"Dalam pembahasan tersebut, Kejaksaan Agung menyampaikan dukungan terhadap langkah-langkah strategis yang dilakukan KAI dalam meningkatkan tata kelola aset perusahaan, termasuk melalui penggabungan atau pemisahan aset BMN dan aset milik KAI, serta peningkatan kualitas layanan transportasi kereta api," kata Bobby.
Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang pengembangan sektor perkeretaapian, termasuk rencana reaktivasi jalur-jalur kereta yang sebelumnya pernah beroperasi guna memperluas konektivitas dan meningkatkan pelayanan transportasi publik.
Kedua lembaga juga sepakat memperluas kerja sama. Meliputi pendampingan dalam pengelolaan aset, bantuan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara (Datun), serta pemberian legal opinion kepada KAI untuk mendukung pengembangan korporasi maupun organisasi.
Baca Juga:PGN Catat Laba Bersih USD 215,4 Juta sepanjang 2025, Didukung Kinerja Midstream dan Downstream
Bobby menyampaikan bahwa sinergi antara KAI dan Kejaksaan Agung merupakan langkah penting untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mendukung pengembangan layanan perkeretaapian secara berkelanjutan.
“Kerja sama ini merupakan bentuk sinergi antara instansi pemerintah dan BUMN untuk saling mendukung dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing. Dengan dukungan dari Kejaksaan Agung, KAI dapat semakin optimal dalam mengelola aset perusahaan serta memastikan setiap langkah pengembangan korporasi berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Bobby.
Selain itu, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi antara kedua institusi, serta memberikan nilai tambah dalam pengelolaan aset negara dan peningkatan layanan transportasi kereta api bagi masyarakat.
Melalui kerja sama ini, KAI optimistis dapat terus menghadirkan layanan transportasi yang andal, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan sektor perkeretaapian nasional.
