Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 April 2026, 02.45 WIB

Pernyataan Saiful Muzani soal Gulingkan Prabowo Dinilai Ganggu Stabilitas Politik

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4). - Image

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4).

JawaPos.com - Perkumpulan Penyelenggara Riset Persepsi Publik Indonesia (Presisi) mengecam pernyataan pendiri SMRC, Saiful Mujani, yang dinilai menebarkan narasi makar terhadap Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi global yang penuh tantangan, mulai dari konflik geopolitik, tekanan ekonomi, hingga ancaman keamanan siber.

Ketua Umum Asosiasi Presisi, Mohammad Anas RA, menilai pernyataan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas politik nasional, terutama saat pemerintah sedang berupaya memperkuat persatuan.

“Pernyataan tersebut sangat berbahaya terhadap stabilitas politik di tengah upaya pemerintah membangun persatuan nasional,” kata Anas dalam keterangannya, Rabu (8/4).

Anas menegaskan, sebagai akademisi dan peneliti politik, Saiful Mujani seharusnya menyampaikan pandangan yang berbasis data serta berperan dalam mengedukasi publik, bukan mengeluarkan pernyataan yang dinilai tendensius dan menyerang pribadi.

Menurutnya, narasi yang disampaikan Saiful Mujani termasuk penyebutan langsung nama Presiden Prabowo Subianto dalam konteks konsolidasi untuk menjatuhkan, tidak mencerminkan etika akademik maupun praktik politik yang sehat.

Asosiasi Presisi juga menyoroti bahwa pernyataan tersebut muncul di tengah kondisi global yang diwarnai konflik bersenjata, persaingan ekonomi, serta potensi kenaikan harga kebutuhan pokok dan energi yang dapat berdampak luas pada masyarakat.

Lebih lanjut, Anas menyampaikan bahwa pihaknya tetap mendukung kritik terhadap pemerintah, selama disampaikan secara konstruktif dan disertai solusi. Namun, ia mengingatkan bahwa kritik harus dibedakan dari hasutan yang berpotensi memicu instabilitas.

"Kebebasan berekspresi tidak boleh disalahgunakan menjadi ruang untuk mendorong emosi publik ke arah yang berpotensi merusak tatanan demokrasi," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore