Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 April 2026, 00.45 WIB

Prabowo Pamer Selamatkan Rp 31,3 Triliun Uang Negara Selama 1,5 Tahun jadi Presiden RI

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan uang senilai Rp 11,4 triliun yang merupakan hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (10/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan uang senilai Rp 11,4 triliun yang merupakan hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (10/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemerintahan yang dipimpinnya berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 31,3 triliun dalam kurun waktu 1,5 tahun. Dana tersebut berasal dari penanganan perkara tindak pidana korupsi, uang rampasan negara, hingga denda administratif yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Ini adalah sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi saya bahwa hal ini terjadi berkali-kali di dalam pemerintahan yang saya pimpin baru 1,5 tahun ini,” kata Prabowo saat menghadiri acara Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara di Jakarta Selatan, Jumat (10/4).

Prabowo merinci, pada Oktober 2025 Kejaksaan Agung berhasil menyelamatkan Rp13,2 triliun yang berasal dari sitaan kasus korupsi minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya. 

Selanjutnya, pada Desember 2025, Kejagung kembali menyetorkan Rp 6,6 triliun ke kas negara dari hasil rampasan perkara korupsi serta denda administratif atas penyalahgunaan kawasan hutan.

Kemudian, pada 10 April 2026, Kejagung menyerahkan kembali Rp 11,4 triliun yang berasal dari denda administratif, penyelamatan keuangan negara, serta penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI.

“Dengan demikian, total uang tunai yang berhasil kita selamatkan sampai hari ini adalah Rp 31,3 triliun. Ini angka yang sangat besar,” jelas Prabowo.

Menurutnya, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sekitar 34.000 sekolah rusak di seluruh Indonesia. Ia juga menyebut bahwa pemerintah telah memperbaiki 17.000 sekolah pada 2025.

“Artinya, jumlah ini bisa menggandakan upaya perbaikan melalui APBN, terutama untuk sekolah-sekolah yang sudah belasan tahun tidak mengalami perbaikan,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore