Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria (dua dari kiri ). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyampaikan bahwa proses pemulihan infrastruktur digital di wilayah Aceh yang terdampak bencana terus mengalami kemajuan signifikan.
Ia menekankan bahwa pemerintah menempatkan pemulihan jaringan telekomunikasi sebagai prioritas utama agar layanan publik serta aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal, seiring dengan pemulihan pasokan listrik di sejumlah daerah terdampak.
“Dalam masa pemulihan, sesuai dengan tugas dan fungsi yang diberikan kepada Komdigi untuk memulihkan jaringan telekomunikasi di Aceh, saat ini kami telah memulihkan jaringan di seluruh daerah terdampak bencana di Aceh. Laporan dari lapangan menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan (uptime) jaringan telekomunikasi di Aceh saat ini mencapai sekitar 99 persen,” kata Nezar di Jakarta, dikutip Minggu (25/1).
Selain itu, pemerintah terus melakukan pemantauan ketat, terutama di wilayah yang mengalami dampak bencana paling parah. Peningkatan kualitas layanan jaringan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kondisi teknis di lapangan.
Menurut Nezar, kondisi jaringan telekomunikasi di Aceh menunjukkan perbaikan yang stabil dan secara perlahan kembali beroperasi secara normal.
“Khusus di daerah terdampak berat seperti Aceh Tamiang, kami terus melakukan pemantauan. Saat ini tingkat ketersediaan jaringannya berada di angka 92 persen, sementara di Aceh Tengah sekitar 96 persen. Wilayah lainnya juga terus kami tingkatkan, namun kondisinya sudah berada di atas 90 persen. Secara keseluruhan, jaringan telekomunikasi di Aceh telah membaik seiring dengan membaiknya pasokan listrik,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa masih terdapat sebagian kecil infrastruktur telekomunikasi yang mengalami kerusakan teknis akibat banjir. Namun, kerusakan tersebut bersifat terbatas dan telah masuk dalam tahap penanganan lanjutan pemerintah.
“Pada umumnya jaringan sudah kembali menyala, kecuali beberapa BTS di sejumlah titik yang mengalami kerusakan teknis akibat hantaman banjir. Hal tersebut akan kami atasi. Jumlahnya tidak banyak, sekitar tiga titik,” ungkap Wamen Nezar.
Dalam proses pemulihan tersebut, keterlibatan relawan dinilai memiliki peran strategis. Kehadiran relawan di lapangan membantu pemerintah mendapatkan gambaran nyata terkait kondisi wilayah terdampak, termasuk di area yang belum sepenuhnya terjangkau jaringan maupun sorotan media.
“Apa yang dilakukan para relawan sangat penting sebagai masukan bagi pemerintah, karena mereka berada langsung di lapangan dan menjangkau titik-titik yang mungkin belum terjangkau maupun diberitakan oleh media. Laporan dari para relawan tersebut membantu kami memperoleh informasi yang lebih valid dan terpercaya mengenai kondisi di lapangan,” pungkasnya.
