
Sepeda motor mogok tiba-tiba bikin jengkel, bisa jadi karena masalah busi. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com-Busi bisa dibilang jantung dari sistem pengapian motor. Komponen kecil ini bertugas menciptakan percikan api yang membakar bensin agar motor Anda bisa melaju.
Tapi, kenapa busi sering cepat kotor, penuh kerak hitam, bahkan basah oleh oli—padahal motor Anda baru diservis?
Kerak di busi adalah tanda ada masalah di ruang bakar. Kalau dibiarkan, motor bisa susah dinyalakan, tarikan terasa loyo, dan yang paling menyebalkan: makin boros bahan bakar.
Yuk, kenali enam penyebab utama busi cepat kotor supaya Anda bisa segera mengatasinya! (Dirangkum dari laman Astra Motor.)
1. Bahan Bakar Buruk atau Pembakaran Tak Sempurna
Salah satu penyebab paling umum adalah pembakaran yang tidak sempurna. Bisa jadi karena Anda tanpa sadar mengisi bensin oplosan atau berkualitas rendah yang mengandung banyak kotoran dan aditif murahan.
Sisa pembakaran itulah yang menempel di ujung busi sebagai kerak hitam. Apalagi kalau motor sering dipakai jalan pelan dalam waktu lama—mesin tidak sempat mencapai suhu ideal, sehingga pembakaran makin tidak optimal.
2. Filter Udara Kotor atau Tersumbat
Filter udara yang jarang dibersihkan bisa membuat debu dan partikel halus masuk ke ruang bakar. Akibatnya, pembakaran jadi kotor dan sisa kotorannya menempel di elektroda busi.
Performa pengapian pun menurun: motor jadi susah hidup dan tarikan terasa berat.
3. Oli Bocor Masuk ke Ruang Bakar
Kalau busi tampak basah dan berkerak hitam pekat, hati-hati! Itu bisa jadi tanda oli ikut terbakar di ruang bakar—biasanya karena ring piston aus atau seal klep bocor.
Oli yang ikut terbakar menghasilkan residu lengket di busi. Kalau dibiarkan, motor bisa turun mesin dan biaya perbaikannya jelas tak murah.
4. Gaya Berkendara Terlalu Santai
Jarang disadari, tapi gaya berkendara juga berpengaruh. Motor yang terlalu sering idle atau terjebak macet tanpa pernah dipacu pada putaran tinggi membuat suhu mesin tak pernah optimal.
