Booth Daihatsu di GJAW 2025. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Dalam perhelatan GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2025, Daihatsu mengusung tema Bahagia Sejak Pertama - Karena Kamu Ada. Tema tersebut mencerminkan tekad Daihatsu untuk selalu hadir dalam setiap momen penting kehidupan pelanggan serta mendukung mimpi mereka agar menjadi lebih baik di masa depan.
Pada kesempatan kali ini, Daihatsu menyoroti salah satu program di pilar Hijau Bersama Daihatsu, yakni “Penyu Untuk Indonesia”, yang menjadi bentuk nyata komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui fasilitas konservasi penyu sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat.
Penyu dengan nama ilmiah Chelonioidea adalah reptil laut purba yang saat ini berada dalam status terancam punah. Dari tujuh spesies yang ada di dunia, enam di antaranya hidup di perairan Indonesia.
Namun, perubahan iklim, pembangunan pesisir, dan meningkatnya volume sampah laut membuat populasinya semakin rentan. Sejak 2011, Daihatsu berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk KKP, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, serta komunitas pelestari penyu, untuk menjaga keberlangsungan satwa dilindungi tersebut.
Ferry Nugroho, Executive Coordinator General Affairs Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), menjelaskan bahwa Daihatsu secara konsisten melakukan pelepasliaran tukik.
Sepanjang Januari-Oktober 2025, tercatat 43.371 tukik telah dilepas ke habitat alaminya di berbagai pantai di Indonesia. Ia juga menambahkan bahwa konservasi penyu binaan Daihatsu berfungsi sebagai pusat edukasi yang dapat dikunjungi sekolah, mahasiswa, peneliti, hingga wisatawan yang ingin mempelajari proses konservasi.
“Daihatsu terus berkomitmen dan bangga menjadi bagian dalam menjaga keberlangsungan melalui program Penyu untuk Indonesia. Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai inspirasi untuk berbagi kebahagiaan dan mendorong aksi nyata pelestarian lingkungan bersama masyarakat dan Konservasi Binaan Daihatsu,” kata Ferry di ICD BSD, Tangerang Selatan, Jumat (28/11).
Pada kesempatan tersebut, Daihatsu juga menghadirkan I Wayan Anom Astika Jaya, Ketua Konservasi Penyu Kurma Asih di Pantai Perancak, Jembrana, Bali.
Konservasi Kurma Asih merupakan satu dari tujuh lokasi Konservasi Penyu Binaan Daihatsu yang tersebar di berbagai wilayah, yaitu Taman Nasional Kepulauan Seribu (2013), Perancak–Bali (2013), Batu Hiu–Pangandaran (2015), Pasir Jambak–Padang (2017), Pantai Binasi–Sibolga (2019), Alun Utara–Bengkulu (2020), dan Jogosimo–Kebumen (2021).
Konservasi Kurma Asih sendiri telah beroperasi sejak 1997 dengan fokus utama menjaga populasi penyu dari ancaman kepunahan. Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya peran penyu bagi ekosistem laut, konservasi binaan Daihatsu ini terus membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyelamatan penyu, edukasi lingkungan, pembersihan pantai, hingga perawatan penyu dan tukik.
Daihatsu meyakini bahwa keberlanjutan lingkungan lahir dari aksi kecil yang dilakukan bersama. Melalui semangat Hijau Bersama Daihatsu, perusahaan mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi menjaga keanekaragaman hayati Indonesia, selaras dengan semangat Bersama Sahabat Membangun Negeri. (*)
