
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu malam (5/10). (Istimewa)
JawaPos.com - Presiden RI Prabowo Subianto berperan aktif mendorong penyelesaian konflik Gaza dan mendukung penuh kedaulatan Palestina. Upaya diplomatik Presiden Prabowo Subianto beberapa kali digaungkan dalam dunia internasional, sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).
Dalam IISS Shangri-La Dialogue 2024 di Singapura, 1 Juni 2024, Prabowo pernah menegaskan komitmen Indonesia membantu rakyat Gaza secara konkret. Bahkan, Prabowo bersedia mengevakuasi 1.000 warga Gaza.
“Kami juga siap segera mengirimkan tenaga medis untuk mengoperasikan rumah sakit lapangan di Gaza dengan persetujuan semua pihak. Indonesia juga sangat bersedia mengevakuasi dan merawat warga Palestina yang terluka. Kami bersedia mengevakuasi hingga 1.000 pasien dalam waktu dekat jika situasi memungkinkan,” kata Prabowo saat itu.
Tak lama setelahnya, Prabowo menghadiri KTT “Call for Action: Urgent Humanitarian Response for Gaza” di Amman, Yordania, 11 Juni 2024. Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa solusi dua negara merupakan jalan satu-satunya menuju perdamaian abadi di kawasan Timur Tengah.
“Meskipun kami bersedia mendukung dan berkontribusi pada semua upaya ini, solusi akhir untuk masalah ini adalah solusi dua negara. Hanya dengan solusi dua negara, Palestina dan Israel dapat hidup berdampingan secara aman dan tenteram,” tegasnya.
Usai dilantik menjadi Presiden RI, Prabowo melanjutkan diplomasi internasional dalam mendorong kedaulatan Palestina. Pada Desember 2024, ia bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi untuk memperkuat dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina dan memperjuangkan implementasi solusi dua negara.
Kemudian pada April 2025, Prabowo mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Abu Dhabi. Keduanya membahas pentingnya solidaritas negara-negara Arab dan Asia dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina.
Masih di bulan yang sama, Prabowo menyampaikan pidato di hadapan Parlemen Turki di Ankara dan menyerukan kerja sama global menegakkan keadilan.
“Ketika anak-anak dibom, ibu-ibu yang tidak berdosa dibom, rakyat Gaza kehilangan semua kehidupan mereka, banyak negara diam pura-pura tidak tahu. Turki punya sikap tegas. Karena itu kami merasa ingin bersama Turki membela keadilan, kebenaran di dunia yang sekarang penuh ketidakpastian,” ungkapnya.
Dalam forum Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2025, Prabowo juga melontarkan kritik tajam terhadap negara-negara adidaya yang dinilai gagal menepati janji mereka kepada negara berkembang.
“Situasi di Gaza mengajarkan bahwa banyak negara adidaya yang menganut cita-cita besar kini, di mata banyak orang di belahan bumi selatan, telah gagal,” ujarnya dalam ADF Talk.
Puncaknya, pada Sidang Umum PBB ke-80 di New York, 23 September 2025, Prabowo kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian sejati.
“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus menghormati dan menjamin keselamatan serta keamanan Israel. Hanya dengan begitu kita bisa memiliki perdamaian sejati. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara,” tegasnya.
Kini, setelah melalui proses panjang diplomasi global, Hamas dan Israel resmi menyepakati gencatan senjata permanen. Kesepakatan tersebut mencakup pembebasan puluhan sandera hidup dari Hamas, pelepasan hampir 2.000 tahanan Palestina, penarikan pasukan Israel dari Gaza, serta kelanjutan bantuan kemanusiaan internasional.
Ribuan warga Palestina pun mulai kembali ke rumah masing-masing, meski sebagian besar permukiman telah porak-poranda akibat perang.
