
Bayer Leverkusen kalahkan Manchester City yang banyak berganti susunan pemain di Etihad. (Dok. Instagram/@bayer04fussball)
JawaPos.com - Manchester City menelan kekalahan mengejutkan 0-2 dari Bayer Leverkusen pada laga Liga Champions di Stadion Etihad, Rabu (26/11) dini hari. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi City, terutama karena Guardiola memilih merombak susunan pemain secara signifikan dan mencadangkan sejumlah nama besar. Keputusan tersebut justru berubah menjadi bumerang ketika Leverkusen tampil disiplin dan efektif sepanjang pertandingan.
City memulai laga dengan komposisi yang jauh berbeda dari biasanya. Erling Haaland dan Gianluigi Donnarumma duduk di bangku cadangan, sementara sejumlah pemain lini kedua diturunkan sejak menit awal. Pep Guardiola sebelumnya ingin memberi waktu istirahat di tengah jadwal padat, namun keputusan itu membuat ritme permainan City jauh dari kata tajam.
Omar Marmoush, yang dipercaya sebagai ujung tombak, kesulitan menemukan ruang. Serangan City berjalan pasif meski mereka memegang penguasaan bola lebih banyak. Satu-satunya peluang berbahaya hadir dari Nathan Ake setelah tendangan sudut, tetapi Mark Flekken mampu menggagalkannya.
Di sisi lain, Leverkusen tampil tenang meski ditekan. Tim asuhan Xabi Alonso tersebut sesekali melancarkan serangan balik cepat dan efektif. Tekanan awal City tidak membuat Leverkusen goyah. Mereka justru mencuri keunggulan pada menit ke-23 melalui skema yang sederhana namun mematikan.
Gol pembuka lahir ketika Ibrahim Maza mengirimkan umpan silang dari sisi kanan. Christian Kofane meneruskannya kepada Alejandro Grimaldo, yang menuntaskannya dengan tenang. City gagal memberikan respons berarti setelah tertinggal, dan permainan mereka masih stagnan hingga akhir babak pertama.
Menjelang turun minum, City memiliki dua peluang emas melalui Oscar Bobb dan Tijjani Reijnders, tetapi Flekken kembali tampil impresif. Kiper asal Belanda itu menjadi tembok kokoh yang merusak ritme serangan tuan rumah.
Guardiola melakukan tiga pergantian pemain di awal babak kedua untuk mengubah tempo. Phil Foden, Nico O’Reilly, dan Jeremy Doku dimasukkan untuk menambah kreativitas. Namun, perubahan itu tetap tidak membuat City menemukan jalur permainan yang efektif.
Leverkusen justru memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-54. Maza kembali menjadi kreator ketika umpan silangnya disambar Patrik Schick dengan sundulan keras. James Trafford tidak mampu mengantisipasi dan City semakin terbenam di kandang sendiri.
Haaland baru masuk ketika laga berjalan satu jam. Penyerang Norwegia mencoba memberi dampak instan, termasuk saat ia berlari menyambut umpan terobosan Foden. Namun Flekken kembali tampil cepat untuk menghentikan ancaman itu. Tendangan Haaland berikutnya melambung, sementara peluang dari bola mati juga tidak mampu menembus rapatnya pertahanan Leverkusen.
Bek muda Jarell Quansah tampil solid untuk tim tamu, menghalau sejumlah tekanan di menit-menit akhir. Hingga pertandingan usai, City tidak kunjung menemukan solusi untuk membongkar pertahanan Leverkusen yang tampil disiplin.
Hasil ini mengakhiri rekor tak terkalahkan Manchester City di liga dan memberi mereka pukulan berat dalam persaingan menuju delapan besar Liga Champions. Dengan laga tandang sulit ke Real Madrid menanti, peluang City untuk memperbaiki posisi menjadi lebih sulit.
Guardiola menginginkan perbaikan permainan setelah kekalahan dari Newcastle pada akhir pekan sebelumnya, namun performa melawan Leverkusen justru memperlihatkan kebalikannya. Dengan hanya satu pemain, Nico Gonzalez yang tetap menjadi starter dari laga sebelumnya, rotasi besar-besaran yang dilakukan pelatih asal Spanyol itu dinilai menjadi salah satu faktor utama yang membuat City tidak menemukan konsistensi dalam pertandingan.
Sementara itu, Leverkusen mencatat kemenangan penting yang semakin mempertegas bahwa mereka masih dapat menjadi ancaman meski sempat dihajar 2-7 oleh Paris Saint-Germain pada pertandingan bulan lalu. Mereka memanfaatkan dengan baik setiap kelengahan City dan tampil efektif di dua area krusial: transisi dan penyelesaian akhir.
Dengan hasil ini, Manchester City memasuki fase genting di Liga Champions, sementara Leverkusen pulang dari Etihad dengan salah satu kemenangan terbesar mereka musim ini, kemenangan yang benar-benar tak terduga namun diraih dengan cara yang sangat meyakinkan.
