Manuel Neuer menjelaskan kesalahannya dalam laga Arsenal vs Bayern Munchen. (Dok. Kicker)
JawaPos.com - Manuel Neuer kembali menjadi sorotan setelah Bayern Munchen menelan kekalahan 1-3 dari Arsenal di Liga Champions, Kamis (27/11) dini hari. Dua kesalahan yang ia buat, yakni terciptanya gol pertama dan ketiga, menjadi penentu kekalahan pertama Bayern musim ini.
Sang kiper kemudian memberikan penjelasan terbuka mengenai apa yang salah di lapangan.Pertandingan yang digelar di London itu berjalan ketat, namun Arsenal mampu memanfaatkan dua momen krusial yang melibatkan Neuer. Pada menit ke-22, Jurrien Timber menyundul bola melewati jangkauan kiper berusia 38 tahun tersebut setelah terjadi kontak fisik di kotak penalti.
Neuer menilai situasi itu memengaruhi posisinya. “Dia membuat saya kehilangan keseimbangan, lalu saya berada di posisi yang berbeda dari yang saya inginkan, dan saya tidak bisa mencapainya dengan mudah,” ujar Neuer, menjelaskan bagaimana Timber mendorongnya ketika ia berusaha menggapai bola.
Ia juga sempat ditanya apakah mengharapkan pelanggaran dari wasit Marco Guida. Neuer hanya merespons dengan nada ragu. “Anda tahu bagaimana mereka menangani bola mati. Wasit… sudah familiar dengan itu. Saya tidak tahu apakah itu dari Liga Premier, tetapi mereka juga pernah melakukannya di tingkat internasional,” katanya.
Namun, sang kapten menegaskan bahwa ia bukan tipe penjaga gawang yang mencari pelanggaran. “Saya bukan penjaga gawang yang menjatuhkan diri ke tanah; Anda pernah melihat orang lain melakukannya, dan mungkin itu akan membantu dalam situasi seperti itu.”
Blunder lebih besar terjadi pada menit ke-77. Ketika Bayern sedang tertinggal, Neuer maju terlalu jauh untuk menghadang Gabriel Martinelli usai menerima umpan panjang Eberechi Eze. Ia terlambat tiba dan Martinelli dengan mudah mencetak gol ke gawang kosong.
Neuer menerima tanggung jawab penuh. “Saat tertinggal, Anda harus mengambil lebih banyak risiko,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa ia melihat Martinelli lebih cepat dari Joshua Kimmich. “Saya mencoba mencegahnya sebelumnya. Tetapi sentuhannya membawa bola jauh ke samping, dan itu sungguh menentukan. Saya hanya tidak bisa menjangkaunya pada akhirnya. Saya tahu saya mengambil risiko besar.”
Kekalahan di London datang pada momen ketika performa Neuer memang sedang dipertanyakan. Sebelumnya ia sudah menunjukkan kelemahan dalam dua laga Bundesliga, hasil imbang 2-2 melawan Hertha Berlin dan kemenangan 6-2 atas Freiburg. Meski sempat tampil heroik di kemenangan 2-1 atas Paris Saint-Germain, penampilan melawan Arsenal kembali membuka perdebatan soal konsistensinya.
Pelatih dan rekan setimnya tidak memberikan kritik terbuka, tetapi situasi ini menempatkan Neuer dalam sorotan menjelang laga berikutnya melawan St. Pauli akhir pekan ini.
Meski diprediksi tidak akan menghadapi tekanan sebesar di Liga Champions, perhatian terhadap keputusan-keputusannya di lapangan tak akan berkurang. Dua penyelamatan gemilang yang ia lakukan pada menit ke-60 dan 62 sempat menunjukkan kualitasnya, tetapi dua momen krusial lainnya justru menentukan hasil pertandingan.
Pertandingan di London sekaligus menunjukkan bagaimana margin kesalahan di level tertinggi sangat tipis. Bayern memang tidak kalah karena Neuer seorang diri, tetapi dua momen yang melibatkan sang kapten mengubah arah laga. Dengan jadwal padat di depan mata, Bayern kini menunggu apakah sang kiper mampu segera bangkit, atau justru tekanan publik akan terus membesar.
Neuer sendiri memilih untuk menatap ke depan. “Pada akhirnya segalanya akan berjalan sesuai keinginan kami,” ujarnya singkat.
Namun, untuk Bayern dan sang kiper, malam di London itu menjadi peringatan bahwa satu langkah salah bisa mengubah segalanya.
