
Pelatih Bayern Munich Vincent Kompany memeluk wonderkid andalannya Lennart Karl. (WITTERS/BILD)
JawaPos.com–Pelatih kepala Bayern Munich Vincent Kompany menepis pernyataan kontroversial sang wonderkid Lennart Karl yang menyebut Real Madrid sebagai klub impiannya adalah sebuah kesalahan.
Karl yang baru melakukan debut untuk juara Bundesliga pada Agustus, pemain berusia 17 tahun ini telah menjadi pencetak gol termuda pasukan Bavaria di Liga Champions dan kompetisi domestik baru-baru ini.
Namun, lulusan akademi Bayern Munich ini menuai kontroversi akhir pekan lalu. Dia menyatakan dalam sebuah acara klub penggemar bahwa pemain mudah potensial ini melihat masa depannya di tempat lain.
"FC Bayern adalah klub yang sangat besar. Bermain di sini adalah impian (saya). Tetapi suatu saat nanti, saya pasti ingin pergi ke Real Madrid. Itu adalah klub impian saya, tetapi mari kita rahasiakan itu," ucap pesepak bola kelahiran Frammersbach ini.
Menjelang pertandingan akhir pekan ini ketika Bayern melawan Wolfsburg di Allianz Arena, Kompany berbicara percaya bahwa komentar tersebut hanyalah kesalahan komunikasi bagi sang wonderkid.
"Saya mencoba melihatnya dari jarak yang agak jauh. Setiap orang harus melewati badai kadang-kadang. Kemudian penting untuk melihat gambaran besarnya," kata Kompany dalam konferensi pers.
Menurut dia, Lennart Karl berlatih sangat keras setiap hari. Lennart Karl bekerja keras untuk tim Bayern Munich, termasuk dalam hal pertahanan. Lennart Karl selalu memberikan yang terbaik setiap hari, termasuk dalam rapat tim.
"Mungkin dia melakukan sedikit kesalahan komunikasi (saat menyebut Real Madrid klub besar), tetapi dia berkonsentrasi pada hal-hal penting (untuk klub) dan dia telah menjalani latihan yang baik minggu ini," papar Kompany.
"Dia telah melakukan banyak hal untuk mendapatkan menit bermainnya. Kualitasnya jelas dan dia melakukan banyak hal dengan benar,” lanjut komentar mantan juru taktik Burnley berusia 39 tahun ini.
"Dia berbicara dengan Christoph (Freund, direktur olahraga Bayern) dan Max (Eberl, direktur olahraga) dan meminta maaf, yang juga saya sukai. Saya mencoba menjadi satu-satunya yang tidak membicarakannya (kesalahan itu) dengannya!" terang Kompany.
"Jika dia tidak memberikan 100 persen di lapangan, maka dia baru memiliki masalah dengan saya, tetapi dia telah berlatih dan bermain dengan sangat baik (untuk Bayern Munchen)," tandas sang pelatih.
